Thursday, January 22, 2009

Moment of Change


Tanggal 20 Januari 2009 nampaknya menjadi sejarah baru bagi masyarakat Amerika dengan terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden ke 44 mereka. Jutaan orang memadati area tempat pelantikan Obama untuk menyaksikan secara langsung momen yang ditunggu-tunggu. Tak hanya di Amerika saya rasa, masyarakat Indonesia pun tak ingin ketinggalan menyaksikan pelantikan sekaligus pidato Obama sebagai Presiden melalui saluran televisi. Dari beberapa rekan yang saya tanya, rata-rata mereka begitu antusias menyaksikan pelantikan ini karena ingin melihat Barack Obama berpidato. Isi pidato beliau bagi sebagian orang sangat inspiratif dan menunjukkan optimisme yang besar. Hal ini bisa kita saksikan ketika Obama menyerukan pesan - pesan pentingnya, diikuti dengan tepukan tangan yang meriah dari warganya.


....On this day, we gather because we have chosen hope over fear, unity of purpose over conflict and discord......

....In reaffirming the greatness of our nation, we understand that greatness is never a given. It must be earned.....

....Starting today, we must pick ourselves up, dust ourselves off, and begin again the work of remaking America......

.....For the world has changed, and we must change with it........

......Our challenges may be new. The instruments with which we meet them may be new. But those values upon which our success depends — honesty and hard work, courage and fair play, tolerance and curiosity, loyalty and patriotism - these things are old. These things are true. They have been the quiet force of progress throughout our history....


Pernyataan diatas adalah sebagian yang saya kutip dari pidato Obama pada saat inagurasi. Banyak pesan positif yang tersirat dari pernyataan diatas. Ajakan untuk bekerja keras, Ajakan untuk membangun sebuah harapan dan bukan ketakutan, Ajakan untuk menciptakan sebuah kesatuan dan bukan perpecahan, Ajakan untuk bangkit dan membenahi Amerika, dan ajakan untuk berubah sesuai dengan pesan awal beliau saat kampanye.

Sebuah pesan yang juga bisa kita pakai untuk hidup pribadi, pesan yang juga bisa diaplikasikan untuk membangun kembali bangsa kita. Indonesia bukan bangsa kecil. Potensinya begitu besar. Dibutuhkan komitmen dan peran serta masyarakat yang positif untuk bahu membahu menciptakan suatu terobosan yang bernilai. Negara-negara lain seperti Amerika misalnya sudah sibuk memikirkan apa yang harus dilakukan untuk perbaikan negara, jadi bukan lagi saatnya bagi kita untuk terus menerus mengeluh, protes, menyalahkan satu sama lain, atau sampai menjatuhkan orang lain, melainkan yang kita butuhkan saat ini adalah mental yang sehat dan tindakan yang sehat pula untuk membangun negeri ini. Tak ada yang tak mungkin kalau masing-masing dari kita mau mencoba mengupayakan itu semua. Saatnya untuk berubah teman.

May God Bless Indonesia :)

Salam Pemenang!

Wednesday, December 31, 2008

Live with Hope and It's Your Time to Shine in 2009

Biasanya pada akhir tahun media televisi maupun cetak mengingatkan kembali kepada kita apa saja yang sudah terjadi sepanjang tahun lewat kaleidoskop tahunan. Kalau kita sedikit menengok ke belakang, sepanjang tahun 2008 begitu banyak hal yang terjadi, mulai dari berita yang menggembirakan sampai berita yang sedikit membuat sebagian orang menjadi resah yaitu krisis global yang melanda ekonomi dunia. Tak sedikit orang menjadi begitu khawatir menghadapi tahun 2009, karena ada yang memprediksi puncak krisis juga akan melanda negara kita di pertengahan tahun dan akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja sebagian karyawan.

Bagaimana dengan Anda sendiri menghadapi tahun 2009?
Sudah seperti ritual saya kira, sebagian orang mulai menetapkan resolusi mereka pribadi masing-masing untuk tahun 2009. Sebuah langkah yang cukup baik menurut saya, karena mereka yang mulai merancang resolusi, tahu persis apa yang ingin dicapai di tahun 2009. Yang justru menjadi keprihatinan, adalah kalau sebagian orang sudah enggan atau tidak mau tahu lagi apa yang ingin di raihnya di sepanjang tahun. Melihat kondisi yang susah, melihat pengalaman buruk di tahun lalu, mengurung diri untuk menjadi yang terbaik di tahun mendatang bukanlah jawaban bagi seorang pemenang.
Ijinkan saya berbagi tiga poin utama sebagai bekal kita bersama menyongsong tahun yang baru

1. Hiduplah dengan sebuah Harapan
Dalam buku saya 'Think and Act like A Winner', dikatakan Never Lose Your Hope. Jangan pernah kehilangan harapan. Anda tahu bahwa ada terang di ujung terowongan yang Anda lalui. Mungkin disepanjang terowongan, Anda merasakan begitu gelap, tapi yakinlah terowongan Anda tidak buntu, tapi ada cahaya di ujung terowongan. Jangan berhenti untuk terus berjalan. Nikmati setiap perjalanan hidup Anda, karena segala sesuatu akan indah pada waktunya. Sebuah pepatah mengatakan, hanya orang yang meninggal saja yang tidak punya harapan.

2. Hiduplah dengan mental yang sehat
Mental yang sehat maksud saya adalah hidup dengan optimisme dan tidak melihat diri sendiri sebagai pribadi yang lemah. Keadaan boleh susah, tapi mental Anda tidak boleh seperti orang susah. Jangan mulai tahun Anda dengan sebuah keluhan, pesimisme, kekhawatiran, dan kesedihan yang berlebihan. Anda punya potensi untuk bersinar di tahun 2009. Jangan isi pikiran Anda dengan ramalan yang hanya akan mengecilkan nyali Anda. Hal yang paling menyedihkan bukan orang lain yang membatasi kita, melainkan kita yang membatasi diri kita.
3. Hiduplah dengan semangat dan tindakan yang positif
Tingkat energi seseorang mampu mempengaruhi hasil yang dicapai. Ketika Anda mengalami masa-masa sulit, ingat kembali resolusi tahunan Anda, maka hal tersebut dapat mengingatkan kembali tujuan-tujuan yang sudah kita rancang untuk diraih. Kekuatan Anda untuk bangkit harus lebih besar dari masalah yang menimpa Anda.
Anda boleh membuat resolusi, Anda boleh punya target yang mau diraih, tapi hal yang mendasar adalah Anda harus mau bertindak untuk meraihnya. Donny Deutsch penulis The Big Idea, mengatakan You can't just have a big idea. You have to act upon it.
Mari kita sambut tahun 2009 dengan sebuah harapan yang lebih besar, dan keyakinan bahwa masing-masing dari kita mampu bersinar di tahun 2009.
Happy New Year 2009
Salam Pemenang,

Muk Kuang
Author 'Think and Act like A Winner'
People Development Trainer, Speaker.

Thursday, December 25, 2008

May Peace Prevail On Earth


Kemarin, 24 Desember 2008, seluruh Gereja Katolik serentak menggelar Misa Malam Natal. Ribuan orang berbondong-bondong datang ke Gereja untuk merayakan peringkatan Kelahiran Sang Juru Selamat, dan Gereja pun memberikan sebuah pesan Natal untuk menjadi bahan renungan kita bersama yaitu mengajak seluruh umat manusia untuk bergandengan tangan dan mewujudkan sebuah kehidupan yang penuh damai.

Kerap kali kita melihat dan mendengar konflik dimana-mana, kekerasan masih terjadi, kericuhan terkadang juga timbul, perselisihan yang tak pernah kunjung usai. Natal tidak sekedar sebuah perayaan semata, Natal tidak sekedar sebuah pesta makan malam, Natal tidak sekedar sebuah ucapan selamat saja, tapi Natal dapat menjadi momentum yang baik bagi kita semua untuk melakukan perubahan. Berubah ke arah yang lebih baik untuk mewujudkan kehidupan yang penuh damai. Berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan anggota keluarga, berdamai dengan rekan kerja, berdamai dengan sesama, dan juga berdamai dengan lingkungan.

Natal menjadi indah ketika diisi dengan proses untuk mau membaharui diri seturut kehendak-Nya. Banyak orang mengatakan manusia hidup tak pernah luput dari dosa. Hidup dengan rasa dendam, Hidup dengan rasa iri, Hidup dengan penuh emosi, Hidup dengan penuh konflik sana-sini. Hidup dengan tidak dipenuhi rasa syukur, Hidup dengan semangat menjatuhkan orang lain, Hidup dengan kesombongan. Apakah kita juga pernah melakukannya baik secara sadar maupun tidak sadar?


Mengutip salah satu lirik dari Ebiet G.Ade yang mengatakan
Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat..

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum... oh
Berubahlah agar Dia tersenyum

Lirik yang luar biasa ini, seolah mau mengingatkan saya dan kita semua untuk mulai mengoreksi diri dan membenahi diri ke arah yang positif. Mau melihat diri ini secara utuh dan bertindak jujur terhadap diri sendiri terhadap kesalahan yang pernah kita perbuat. Damai akan terwujud ketika setiap individu mau mengupayakan itu mulai dari dalam sendiri. Kesalahan masa lalu menjadi pelajaran penting untuk kita renungkan agar tidak terulang. Kekesalan di masa lalu hendaknya tidak kita bawa terus menerus.
Kita ada di dunia untuk membawa terang bukan kegelapan.

Hidup berdampingan satu sama lain, tanpa adanya kekhawatiran akan saling melukai adalah sesuatu yang banyak orang impikan.Semoga kita mau dan mampu mewujudkannya dalam tindakan nyata di rumah, di tempat kerja, dan di lingkungan masing-masing

Merry Christmas 2008 and May God Bless You and Your Family