Saturday, August 20, 2011

3rd Book : Messages of Hope


Dalam perjalanan hidupnya, manusia selalu menginginkan hal-hal yang baik. Manusia selalu mengharapkan kemenangan, bukannya kegagalan. Akan tetapi tidak selamanya perjalanan itu berjalan mulus, pasti ada penolakan, kegagalan, kritikan, pandangan sinis, dan cemoohan yang terkadang melemahkan dan membuat manusia takut berharap, dan akhirnya malah berhenti berharap.

Banyak orang dewasa saat ini yang hidupnya penuh dengan stres, penuh dengan beban ekonomi, dan penuh dengan tantangan dalam keluarga, tantangan dalam pekerjaan, tantangan dalam hubungan sesama, bahkan tantangan dalam skala terbesar, negara. Sekelumit persoalan yang ada membuat sebagian orang berpikir bahwa hidup ini begitu rumit, hidup ini begitu tidak adil, bahwa harapan untuk maju sudah tidak ada, dan bahwa masalah negara sudah semakin tak punya jalan keluar

Buku Messages of Hope hadir untuk mengajak pembacanya memahami bila seseorang merasa hidup ini begitu berat dan susah, janganlah membiarkan mental juga menjadi seperti orang yang kesusahan. Hidup bukanlah untuk diratapi, melainkan harus diisi dengan sebuah makna, harapan, dan semangat untuk menjadi yang terbaik. Pesan sederhana lewat buku ini adalah sesulit apapun persoalan yang dihadapi oleh seseorang entah itu karir, keluarga, keuangan, kesehatan, jangan pernah kehilangan harapan. Memang memiliki harapan tidak otomatis menyelesaikan masalah, akan tetapi dengan adanya harapan positif untuk masa depan akan menguatkan seseorang saat menghadapi masalah. Bila ada gelap, pasti ada terang.

Bila seseorang memilih untuk terus menerus mengeluh, meratapi kegagalan, menyerah, dan enggan untuk berubah, maka buku ini bukan bacaan yang pas. Sebaliknya, bila seseorang merindukan sebuah inspirasi untuk membangkitkan kembali harapannya, maka 150 Pesan Inspirasional yang ditulis dengan sederhana dalam buku Messages of Hope mampu memberikan pemahaman baru bagi pembaca tentang kehidupan sehingga dapat menjadikan hidup yang dijalani lebih bermakna serta penuh pengharapan dan kemenangan. Buku ini memberikan sebuah terang, harapan, dan inspirasi bagi setiap orang untuk mau menatap masa depan dengan penuh optimisme

Whatever Your Circumstances are, Never Lose Your Hope

Saturday, July 23, 2011

Kebiasaan Apa yang Anda Pelihara



Pernahkah Anda menemukan orang-orang yang biasa datang terlambat; entah itu dalam sebuah rapat atau dalam sebuah pertemuan penting, biasa mengeluh, biasa gossip, biasa membicarakan keburukan orang lain, biasa manipulasi, biasa bohong, biasa menunda pekerjaan, biasa mengumbar janji, biasa melanggar aturan, biasa lari dari tanggung jawab, biasa mencari kambing hitam, biasa menyalahkan orang lain, biasa menyombongkan diri? Atau mungkin secara tidak sadar kita sendiri juga memiliki kebiasaan-kebiasaan tersebut dalam keseharian kita?

Saya teringat sebuah perumpaan yang diceritakan pada salah buku inspirasional, yang mengatakan bahwa di dalam tubuh kita sebenarnya ada dua serigala, yakni serigala yang baik dan serigala yang jahat. Kedua serigala ini selalu berbenturan dan tidak saling mendukung. Serigala baik selalu mengajar kita untuk menjaga perilaku, perkataan, kebiasan yang positif dan bernilai sementara serigala yang jahat selalu menggoda kita untuk menunda-nunda, malas, dan sesekali mengajak kita melanggar aturan. Pertanyaannya kepada kita adalah serigala mana yang akan lebih banyak kita beri makan?, dengan kata lain serigala mana yang mau kita pelihara hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. Ada pepatah yang mengatakan You are what you repeatedly do. Anda adalah apa yang Anda lakukan berulang-ulang.

Bagaimana sampai terbentuknya sebuah kebiasaan?
Berawal dari sikap mental seseorang, bagaimana pola pikirnya akan suatu hal akan mempengaruhi tindakan dan perilakunya sehari-hari. Tindakan dan perilaku yang dilakukan berulang-ulang, lambat laun akan menjadi sebuah kebiasaan. Contoh yang paling sederhana adalah membuang sampah. Jika seseorang menganggap membuang sampah sembarangan adalah hal yang lumrah, maka tindakan dan perilakunya akan masa bodoh jika ia membuang sampah sembarangan, sehingga perilaku ini sudah mendarah daging dan terbentuklah sebuah kebiasaan. Terkadang di perjalanan saya mengamati, bagaimana seseorang yang berada dalam mobil mewahnya, dengan santai membuka kaca dan membuang berlembar-lembar kertas tisu ke luar. Contoh yang paling populer adalah kebiasaan terlambat atau ‘jam karet’. Mendapat undangan rapat jam 9, baru tiba jam 10, karena menganggap sudah biasa dan sudah menjadi tradisi di sini kalau undangan rapat pasti ‘ngaret’ jamnya. Jika seseorang memegang teguh nilai-nilai positif dalam hidupnya maka hal tersebut akan tercermin lewat sikap mentalnya sehingga mempengaruhi tindakannya sehari-hari. Akan tetapi jika nilai-nilai yang dipegang dalam hidupnya hanya egoisme, memikirkan perut sendiri, malas, tidak mau berusaha, selalu negative kepada orang lain, maka saya khawatir tindakannya akan mengikuti nilai dan pola pikir yang dipelihara sehingga membentuk kebiasaan.

Kebiasaan yang positif tentu memiliki nilai manfaat yang positif bagi hidup kita dan orang lain, akan tetapi sebaliknya kebiasaan yang negative tidak memberi nilai tambah untuk hidup kita dan orang disekitar kita. Jika kita mau menjadi yang terbaik dibidang kita masing-masing, mulailah periksa selama ini kebiasaan seperti apa yang kita pelihara. Aristotle pernah berkata “Excellence is not a singular act, but a HABIT”. Untuk menjadi yang terbaik atau unggul bukanlah tindakan satu kali, tetapi sebuah KEBIASAAN. Kita sama-sama memiliki 24 jam sehari, tidak ada yang lebih, tidak ada yang kurang. Akan tetapi terkadang kita bisa melihat banyak orang yang begitu produktif sementara ada orang-orang yang sama sekali tidak produktif dalam satu hari. Produktif berarti dia melakukan sesuatu yang berarti dalam 24 jam, dia benar-benar mengelola waktunya dengan baik. Keseimbangan dalam hidupnya terjada. Tidak produktif berarti dia lebih banyak menghabiskan waktu 24 jamnya untuk hal yang tidak bernilai manfaat untuk dirinya dan orang lain. Tanyakan kepada diri kita masing-masing, selama 24 jam, mayoritas kita habiskan waktu kita untuk apa?. Jika kita menjawab Bekerja, maka pertanyaan selanjutnya adalah selama bekerja apa yang sudah kita lakukan, apakah waktu bekerja kita lebih banyak bergosip ria, membicarakan orang lain, bermalas-malasan, lebih sering update status facebook/twitter daripada update pekerjaan kepada atasan, atau kita benar-benar memberikan yang terbaik waktu kita untuk pekerjaaan kita? Hanya pribadi masing-masing yang mengetahui persis jawabannya.

Banyak orang terkadang menyalahkan waktu, dan menganggap waktu yang diberikan kurang. Kita diberikan waktu yang sama, dan sudah adil. Yang membedakan adalah bagaimana seseorang mengisi waktunya selama 24 jam, itulah yang membuat seseorang menjadi unggul. Ada orang yang begitu semangat dan ingin cepat menyelesaikan tugasnya saat rapat, ada orang yang lebih memilih datang terlambat. Ada pribadi yang senantiasa bersyukur, adapula pribadi yang tidak pernah merasa puas dan selalu mengeluh hari demi hari. Ada sosok yang berani mempertanggungjawabkan kesalahannya, tapi ada juga pribadi yang biasa melarikan diri dari tanggung jawab dan mencari-cari alasan.

Bagaimana mengubah Kebiasaan?
Yang terpenting ada kemauan untuk berubah, niat untuk kembali ke kebiasaan yang lebih positif. Sebuah buku yang pernah saya baca menyarankan kita untuk membuat 21 Days Commitment, yakni sebuah komitmen 21 hari. Kita harus betul konsisten selama 21 hari untuk membentuk kebiasaan baru. Jika kita pada hari ke sepuluh kita kembali ke kebiasaan lama kita, maka kita harus kembali mengulangnya dari hari pertama. Dalam beberapa kali kesempatan seminar dan training saya selalu mengatakan, mengubah kebiasaan tentu tidak mudah, akan tetapi bukan berarti tidak bisa. Dibutuhkan sebuah kemauan keras dan komitmen yang keras untuk berubah. Jika kita memandang hidup ini penting untuk diisi dengan arti yang positif, maka mulailah mengubah kebiasaan dari sekarang.

"First we form habits, then they form us. Conquer your bad habits or they will conquer you."

Wednesday, May 04, 2011

Put Meaning in Your Job

Reaksi seperti apa yang Anda temukan dari seorang penjaga pintu tol setiap kali melintasi pintu tol dan membayar tiket? Hampir sebagian besar reaksi penjaga pintu tol berdiam diri saja sambil memberi karcis, memberikan uang kembalian, bahkan sama sekali tidak melihat wajah pengendara yang melintas.


Akan tetapi, pernah ketika melewati salah satu pintu tol, saya menemukan penjaga karcis yang sedang bertugas memberikan uang kembalian sambil tersenyum, dan sempat melontarkan sebuah kalimat yakni "Terima kasih Pak. Hati-hati di jalan." Hal yang terkesan sederhana, tapi begitu bermakna untuk saya secara pribadi. Karena selama ini ketika melintas pintu tol, saya belum pernah menemukan pelayanan yang sedemikian ramah dan peduli dengan keselamatan pengemudi yang melintas.


Apa yang dilakukan penjaga karcis tol tersebut tentu berbeda dari kebanyakan rekannya yang lain. Rekannya yang lain hanya berdiam diri, bahkan tidak menyapa pengemudi yang melintas, tapi hal tersebut tidak dilakukan penjaga karcis tol ini. Mengapa bisa berbeda cara kerja mereka? Padahal jika penjaga karcis tol ini mau, ia tentu bisa saja mengikuti cara kerja rekannya yang lain. Ini adalah masalah PILIHAN!

Penjaga karcis tol ini memilih untuk memaknai pekerjaannya dengan positif. Banyak orang menganggap pekerjaan sebagai penjaga karcis tol adalah pekerjaan yang menjenuhkan. Setiap menit, setiap jam harus melayani ratusan pengendara mobil yang melintas. Titik jenuh mungkin saja dialami oleh penjaga karcis tol tadi, tapi ia mencoba mengatasinya dengan menjalin hubungan yang positif dengan pengemudi yang melintas. Saat itu, ia tidak sekadar menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Ia bekerja tidak sekadar demi uang semata. Tapi ia bekerja karena ada sebuah makna yang ingin ia berikan kepada orang lain. Ia ingin menjadi orang yang punya pengaruh dan dampak yang positif untuk orang lain.

Ketika seseorang memberi arti terhadap pekerjaannya, maka ia akan jauh lebih bersemangat. Adakalanya manusia jenuh dan lelah dengan aktivitasnya sehari-hari, akan tetapi jika mau memaknai pekerjaannya, dan melihat bahwa apa yang dilakukannya setiap hari memiliki dampak yang luar biasa untuk orang lain, maka sebenarnya ia telah memberi nilai manfaat yang luar biasa untuk banyak orang.

Menjadi refleksi bagi kita bersama untuk lebih memaknai apa yang kita kerjakan hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun. Meletakkan makna dalam sebuah profesi tidak sekadar berorientasi pada diri sendiri melainkan bagaimana lewat profesi kita mampu memberi dampak yang positif kepada orang lain. Apapun profesi kita saat ini, entah itu seorang karyawan, dokter, politisi, salesman, staf admin, manager, bankir, pengusaha, public figure, pejabat negara, wakil rakyat: hendaknya mampu memberikan dampak yang positif untuk orang lain, tidak sekadar demi diri kita sendiri.

Apakah kita lebih banyak memikirkan keuntungan pribadi atau justru lebih mengutamakan melayani dan membantu orang lain?Seorang salesman yang mengerti kebutuhan pelanggan dan memberikan solusi yang terbaik lewat produk dan jasa yang dijual, tanpa memikirkan komisi atau bonus sebagai prioritas. Seorang bankir yang berusaha menjaga dana nasabahnya dengan baik, tanpa berusaha untuk memanipulasi demi kepentingan diri. Seorang wakil rakyat yang berjuang keras untuk menyalurkan aspirasi rakyat lewat kinerja nyata, tanpa lebih dulu memikirkan kesenangan pribadi.

Sebagian contoh di atas adalah bentuk perwujudan bagaimana setiap orang yang punya peran dan tanggung jawab di lingkungan di mana ia bekerja, seharusnya lebih memfokuskan kepada orang lain dan memberi nilai tambah bagi mereka. Banyak orang mungkin berpikir, "Wah, idealis sekali? Kita di dunia ini butuh makan, perlu uang, apakah mungkin kita tidak bekerja demi mencari uang atau keuntungan?"

Uang mungkin saja penting, tapi terkadang uang bukanlah segalanya! Cara yang kita lakukan untuk mencapai tujuan tentunya harus bijaksana, bukan dengan menghalalkan segala cara. Karena pada akhirnya seseorang dinilai bukan dari seberapa besar kekayaan, harta, pengalaman, atau kebesaran pangkat yang dimilikinya, melainkan nilai manfaat dan makna yang telah dibagi kepada orang banyak selama ia masih berkarya di dunia ini.

Mengutip sebuah pepatah yang mengatakan: "If you work just for money, you'll never make it. But if you love what you're doing and you always put the customer first, success will be yours." Jika Anda bekerja hanya demi uang, Anda tidak akan mendapatkannya, tapi jika Anda mencintai apa yang Anda kerjakan dan selalu meletakkan pelanggan sebagai yang utama, maka keberhasilan akan menjadi milik Anda.

Semoga kita semua mampu memberi arti positif buat sekitar kita lewat apa yang kita lakukan. Jadilah terang bukan gelap sehingga kehadiran kita di dunia ini mampu menyinari lingkungan kita.





Salam Amazing,





Muk Kuang


@mukkuang

Sunday, February 06, 2011

Lessons Learned from Shaolin (Movie)

Setelah sekian lama tidak menyaksikan kemampuan akting seorang Andy Lau, saya dibuat kagum kembali lewat film terbaru beliau yang berjudul 'Shaolin'. Film yang mengisahkan seorang Jendral (diperankan oleh Andy Lau) yang arogan dan kejam, akhirnya dikhianati oleh orang terdekatnya sendiri (diperankan oleh Nicholas Tse). Kekuasaan sang Jendral diambil alih. Semua keluarga sang Jendral terancam dibunuh, dan pada akhirnya anak perempuan satu-satunya sang Jendral meninggal dunia. Singkat cerita, Sang Jendral menyadari kesalahan masa lalunya, dan ia memulihkan diri di kuil Shaolin dan banyak mempelajari kebajikan dan makna kehidupan yang sebenarnya.

Tentunya saya tidak ingin mengupas terlalu detail film Shaolin ini dalam tulisan saya :), tapi pada kesempatan ini, ijinkan saya ingin berbagi beberapa pelajaran menarik yang saya dapatkan lewat film ini

1. Memaafkan bukan Balas Dendam
Bukan perkara yang mudah untuk memaafkan seseorang yang telah melukai Anda dan keluarga. Tapi hal yang sulit dilakukan bukan berarti tidak bisa. Menyimpan luka, menyimpan kebencian dalam diri, layaknya kita menyimpan racun dalam tubuh yang justru akan menyengsarakan diri kita. Sebuah harmoni tercipta manakala salah satu pihak mau membuka mata hati untuk memaafkan. Memaafkan bukan berarti Anda kalah, melainkan menciptakan sebuah perdamaian. Perselisihan yang berkepanjangan, perang yang tiada henti bukanlah solusi. Kita diajari tentang kebaikan bukan kekerasan. Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain akan membuat hidup kita jauh lebih tenang. Memang kita adalah manusia biasa yang memiliki kekurangannya masing-masing, tapi lewat kekurangan itu kita mau berubah, mau mencoba untuk hidup lebih baik. Mari bersama-sama kita wujudkan dalam hidup kita

2. Apa yang Kita cari dalam hidup ini?
Kekuasaan, pangkat, tahta, harta, terkadang bisa menyilaukan kita sampai-sampai kita berbuat sesuatu di luar akal sehat, menjadi kejam, sombong, merendahkan orang lain, dan lain sebagainya. Akan tetapi semua kekuasaan itu hanyalah bersifat sementara. Suatu ketika hal tersebut bisa hilang dari kita. Itu semua hanyalah titipan. Apa sih sebenarnya yang kita cari dalam hidup ini?, Kekuasaan dan harta sematakah?.
Pada akhirnya kita dinilai bukan dari berapa banyak harta dan pangkat yang kita miliki, melainkan berapa banyak kebaikan dan kebenaran yang telah kita bagi banyak orang. Semoga hal ini menjadi renungan kita bersama termasuk saya agar lebih memaknai hidup ini dengan lebih positif.

Apapun peran kita di masyarakat, jadilah sumber kebaikan. Jika Anda seorang pemimpin, kepala rumah tangga, atau siapapun yang memiliki pengaruh di lingkungan sekitar, sebarkanlah ajaran yang baik. Taburlah lebih banyak benih kebenaran, perdamaian dan kebaikan, bukan benih kesombongan, kekerasan, dan kejahatan. Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari sekarang. Semoga kehadiran kita sebagai individu di dunia ini memberi makna yang positif untuk banyak orang.
God bless!

ps: Trailer + OST Shaolin dapat dilihat di entri sebelumnya


Muk Kuang (mukkuang@gmail.com)
Book Author ‘Amazing Life – Think & Act like A Winner’
Twitter : @mukkuang

OST Shaolin - Andy Lau

Friday, December 31, 2010

2011 : Year of Hope and Victory


Ada sebuah pepatah yang mengatakan “Bukan berapa banyak tahun yang Anda lewati, melainkan apa yang Anda isi di tahun-tahun tersebut, itulah yang terpenting”. Mengawali tahun 2011 yang tentunya kita berharap menjadi tahun penuh pengharapan dan kemenangan, maka saatnya bagi kita semua untuk melakukan refleksi diri terhadap apa saja yang sudah dan belum kita lakukan di tahun sebelumnya. Entah Anda catat atau tidak, tapi saya percaya selama 365 hari menjalani aktivitas Anda di tahun 2010, banyak peristiwa yang telah terjadi, baik itu suka, duka, keberhasilan ,kekecewaan, tekanan, tantangan, maupun kesulitan hidup yang mungkin Anda alami. Itulah sebagian dari warna kehidupan kita. Yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai seorang pribadi yang merespon setiap kejadian dalam hidup dengan bijak dan positif.


Lewat tulisan ini, saya secara pribadi ingin mengajak kita semua untuk mulai mengisi kehidupan di 2011 dengan tindakan yang bernilai positif untuk diri sendiri maupun orang lain. Kita mungkin memiliki sekelumit persoalan hidup yang belum selesai, tapi kita boleh memilih untuk menyeret-nyeret masalah itu menjadi beban kita di tahun 2011, atau kita justru menghadapinya dengan penuh pengharapan positif. Kita mungkin menanti-nanti suatu kabar baik yang sampai sekarang belum juga sampai di telinga kita, tapi kita boleh memilih untuk sedih atau justru memilih hidup dengan keyakinan bahwa kabar baik itu pasti datang. Euforia Piala AFF 2010 begitu luar biasa, kita memang belum mendapatkan piala itu tahun ini, kita boleh memilih untuk larut dalam kekecewaan atau justru bangkit dan menghidupkan kembali mental juara dalam diri kita dan menatap kompetisi depan dengan penuh pengharapan dan optimisme kemenangan. Bagaimana kita memilih untuk mengisi hidup kita di tahun 2011, itulah yang terpenting.


Ada beberapa tipe pribadi yang menjalani dan mengisi awal tahun barunya :

Pertama, mereka yang kerap mengeluh, pesimis, dan khawatir menyambut tahun yang baru. Ramalan terhadap dirinya dan situasi di tahun 2010 memberikan ketakutan sendiri bagi mereka untuk menjalani kehidupan di tahun 2011. Alhasil resolusi dan target yang mau dicapaipun tidak ditentukan. Mereka mengisi hidupnya dengan kekhawatiran dan ketakutan.

Kedua, mereka yang hidup dengan pola lama dan menginginkan hasil yang baru. Resolusi dibuat, target 2011 sudah ditentukan, akan tetapi mentalitas lama masih dipelihara. Keraguan, Malas, kebiasaan menunda, belum berani, mudah menyerah, kurang berkomitmen dengan resolusi dan targetnya. Alhasil pencapaiannya tidaklah jauh berbeda dengan hasil-hasil sebelumnya, karena masih mempertahankan pola-pola lama.

Ketiga, mereka yang mengisi tahunnya dengan penuh pengharapan dan menjalaninya dengan mentalitas seorang pemenang. Komit terhadap target, konsisten menjalani tindakan, kerikil kegagalan ditengah jalan tidak membuat mereka berhenti dan menyerah, displin, dan hidup dengan harapan positif bahwa hal baik akan dicapainya.


Berharap tanpa sebuah tindakan adalah sia-sia, tapi jika kita tidak pernah berharap akan hal yang baik maka dorongan untuk mengambil tindakan juga tidak akan kuat. Mari bersama, awalilah tahun 2011 dengan sebuah harapan, dan isilah setiap harinya di tahun 2011 dengan pola pikir dan sikap seorang pemenang. Buatlah sebuah rencana untuk menang, bukan rencana untuk kalah! Catat dan monitor setiap keberhasilan Anda di tahun 2011. Semoga di akhir 2011, kita mendapatkan laporan yang menggembirakan lewat apa yang sudah kita lakukan sepanjang 2011.Happy New Year! God bless



Muk Kuang
Book Author “Think & Act like A Winner, Amazing Life”
mukkuang@gmail.com
Twitter: @mukkuang
FB: muk kuang

Sunday, October 17, 2010

Bagaimana Cara Hidup Anda?


"Cara kita menjalani hidup jauh lebih penting dari pencapaian kita”


Saat saya membaca sebuah artikel, saya terkesan dengan apa yang tertulis di dalamnya, yaitu berbunyi “What matters is not the duration of your life, but the donation of it. Not how long you lived, but how you lived”. Yang terpenting bukan durasi kehidupan kita, tetapi sumbangan yang kita lakukan dalam hidup, bukan berapa lama Anda hidup, tetapi bagaimana Anda hidup

Kita diingatkan kembali lewat pernyataan inspirasional di atas bahwa apa yang telah kita perbuat di dunia ini dan cara kita mengisi kehidupan kita menjadi hal yang sangat penting. Dalam buku Amazing Life, saya sempat menyinggung, tahukah Anda untuk apa Anda hidup, dan apa yang sudah Anda lakukan di kehidupan ini?. Kita mungkin banyak belajar dan membaca dari buku bahwa kita harus mengetahui apa yang menjadi tujuan hidup kita. Akan tetapi hal lain yang tak kalah pentingnya adalah cara-cara kita untuk mencapai tujuan hidup haruslah dengan cara yang benar, bukan merugikan orang lain, bukan dengan cara yang tidak jujur. Pencapaian tanpa dilandasi dengan cara yang tidak benar bukanlah pencapaian yang abadi

Sahabat yang setia, waktu kita tidak banyak, oleh karena itu berikanlah nilai positif dalam kehidupan ini. Selama kita masih bernafas, menaburlah hal yang baik dengan sebanyak mungkin, dan kelak kita akan menuai hal yang baik pula. Jika Anda seorang salesman, lakukan tugas Anda dengan jujur dan melayani pelanggan dengan tulus, dan tidak sekedar mengejar target semata dengan menghalalkan segala cara. Jika Anda seorang politikus, pergunakanlah amanah yang diberikan dengan bijak, dan dilandasi integritas yang tinggi. Jika Anda seorang professional, lakukanlah yang terbaik yang bisa Anda kontribusikan dimanapun Anda bekerja dengan cara-cara yang penuh tanggung jawab. Apapun profesi Anda, dan dimanapun Anda berada, bertindaklah dengan positif dan jadilah berkat untuk orang lain lewat setiap cara kita menjalani kehidupan di dunia ini.

Cara kita menjalani kehidupan ini menjadi sangat penting ketimbang apa yang sudah kita capai dalam hidup ini. Sia-sia jika pencapaian yang diraih bukan dengan cara yang baik dan benar. Mulai saat ini bentuklah dengan positif cara kita berpikir, cara kita memperlakukan orang, cara kita menjalani hidup ini.


Salam Pemenang,



Muk Kuang
Book Author 'Amazing Life', 'Think and Act like A Winner'
mukkuang@gmail.com

Sunday, May 02, 2010

Berbagi Kasih

Seorang pilot dari sebuah maskapai penerbangan ternama membuat mata dunia terkagum-kagum dengan aktivitasnya yang peduli dan mau berbagi kasih kepada sesama. Bersama dengan istrinya Peggy, dan juga dukungan dari anak-anaknya ia mendirikan sebuah panti asuhan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Bentuk tindakan yang mulia inilah yang membuat CNN sebuah kantor berita internasional dari Amerika menobatkan beliau sebagai salah satu CNN Heroes.
Berawal saat sedang makan malam sambil menonton televisi, hati Budi Soehardi tergerak menyaksikan para pengungsi Timor Timur yang hanya tinggal di kardus, anak-anak yang hanya mengenakan kain untuk pakaian, dan untuk makanpun para pengungsi sangat sulit. Kondisi ini membuat ia sedih dan merasa haru. Dan pada rencana liburannya, ia mencoba untuk melakukan liburan dengan cara yang berbeda, yakni mengunjungi mereka. Ia melakukan koordinasi dengan rekan-rekannya untuk mengumpulkan sumbangan bagi para pengungsi. Dari situlah awal mula beliau dan istri mencoba mendirikan sebuah panti asuhan Roslin bagi anak-anak pengungsian

Pembaca yang budiman, ada beberapa pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari kisah mulia seorang Budi Soehardi:

1. Hidup untuk Orang lain
Kita hadir di dunia ini, tidak sekedar memenuhi keinginan dan cita-cita sendiri. Hidup ini akan menjadi lebih indah, ketika kita juga ikut memberikan nilai yang positif untuk orang lain. Sekecil apapun tindakan kita, selama itu memberi manfaat untuk orang banyak, jangan ragu untuk melakukannya. Bukan besar atau kecilnya tindakan kita yang dinilai, melainkan kebesaran hati kita untuk melakukannya dengan tulus demi kepentingan orang lain

2. Berbagi Kasih
Kita terlalu sering mendengar berita mengenai kekerasan, berita mengenai arogansi segelintir pihak sehingga mengorbankan orang lain, dan berita yang membuat hati dan dunia menjadi kurang damai. Pengalaman hidup Budi Soehardi dapat menjadi sebuah ajakan bagi kita semua untuk mulai berbagi kasih kepada orang terdekat dan memberikan warna yang harmonis kepada dunia ini. Tidak perlu melihat yang jauh-jauh lebih dahulu, mulailah dari yang terdekat, yakni berbagi kasih kepada orang tua, sanak saudara, anak-anak, rekan-rekan, tim kerja. Terkadang kita lupa memberikan kasih kepada orang terdekat, dan kita cenderung melihat orang yang diluar.

3. Hidup dengan Rendah Hati
Kerendahan hati seorang Budi Soehardi yang bersedia membantu anak pengungsian patut dijadikan teladan. Melihat karirnya yang cemerlang dan hidupnya yang sudah lebih dari cukup, tidak membuat beliau menjadi sombong. Sebuah cara hidup yang dapat menjadi renungan kita bersama. Apa yang kita miliki dan melekat pada kita saat ini adalah sebuah berkat dari Tuhan, dan jauhkanlah diri kita dari sikap kesombongan.

Lewat kisah inspiratif dari seorang Budi Soehardi, mari kita semua memberikan kontribusi yang positif terhadap sesama lewat tindakan kita sehari-hari. Tidak selalu harus materi, tapi perbuatan kasih yang mendorong, menyemangati orang lain juga dapat kita lakukan. Lakukanlah dengan apa yang Anda miliki dengan segenap hati dan dengan tulus ikhlas melakukannya. Saya terdorong untuk terus berbagi inspirasi positif lewat aktivitas saya menulis artikel, buku, dan kegiatan pelatihan bagi orang lain. Mari jadikan dunia ini penuh kasih, damai dan semangat yang positif. Jika seorang Budi Soehardi BISA melakukannya, Anda pun BISA! Lakukan bagian Anda mulai detik ini

Salam Amazing,

(Join the Amazing Life Page : http://www.facebook.com/amazinglife )

(Artikel ini diikutsertakan dalam Word Share Contest : http://www.facebook.com/home.php?#!/note.php?note_id=381816722637 )

Friday, March 19, 2010

Never GIVE UP


Nama Pepeng mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, beliau dikenal oleh khalayak publik lewat sebuah program kuis jari-jari beberapa tahun yang lalu di sebuah televisi swasta. Sebenarnya sudah beberapa kali saya melihat Pepeng di layar kaca, akan tetapi malam ini secara tidak sengaja, saya melihat beliau di salah satu tv swasta nasional dengan membagikan sedikit pengalaman dia terutama dalam melawan penyakitnya yang langka, dan saya tergerak untuk menulis mengenai semangat juang beliau dalam menjalani hidupnya.

Sekedar informasi, Pepeng terkena penyakit langka yang bernama Multiple Sclerosis(MS), sebuah penyakit yang menyerang system saraf pusat yang akhirnya menyebabkan beliau mengalami kelumpuhan. Beliau banyak menghabiskan waktunya berbaring di tempat tidur. Akan tetapi ada hal yang luar biasa, beliau bukan mengeluh dan bermalas-malasan di tempat tidur, melainkan beliau kerap menulis dengan menggunakan laptop, dan membaca buku untuk mengisi kehidupannya menjadi lebih berarti. Apa yang menimpa dirinya tidak membuat beliau berhenti dan meratapi hidupnya, melainkan membuat seorang Pepeng terus berkarya.
Dalam durasi singkat yang saya tonton di televisi, saya ingin berbagi kepada rekan-rekan inspirasi positif yang saya dapatkan

1. Fighting Spirit and Never Give Up (Semangat Juang dan Jangan pernah Menyerah)
Apapun yang menimpa hidup kita saat ini, tidak semestinya membuat kita menjadi lemah, takut, dan menyerah. Sosok Pepeng membuktikan ini semua. Meskipun hadir di sebuah studio dengan berbaring di tempat tidur, saya bisa melihat raut wajahnya yang begitu semangat bercerita, berbagi inspirasi, dan bercanda ria dengan sesama rekannya. Jangan meratapi hidup ini sebagai sesuatu yang sulit, kejam, tidak adil, melainkan lihatlah hidup ini sebagai sebuah perjuangan, sebuah berkat, sebuah proses untuk pendewasaan, sebuah tantangan yang harus dihadapi dan memberi pengaruh positif untuk orang lain. Bagi Anda yang membaca tulisan ini, saya tidak tahu apa yang sedang Anda alami, mungkin pengalaman buruk, mungkin juga sesuatu yang lebih pahit, tapi ijinkan saya mengatakan kepada Anda untuk mau bangkit dan tidak berlarut-larut sedih dan berkeluh kesah. Semangat dalam diri kita harus lebih besar dari segala cobaan yang kita hadapi. Kita diciptakan untuk menjadi pemenang. Mari beri nilai untuk kehidupan kita menjadi lebih berarti dan juga untuk orang lain.

2. Self-Acceptance (Mau menerima diri kita apa adanya)
Banyak orang masih belum bisa menerima apa yang terjadi pada dirinya, mengeluh kepada orang lain, terkadang protes kepada Tuhan atas apa yang menimpa diri kita. Tapi hal ini tidak dilakukan oleh Pepeng. Dia mau menerima apa yang terjadi pada dirinya, dan dengan positif meresponnya. Dia tidak mau melihat ini sebagai sebuah hambatan, melainkan melihat ini sebagai sebuah tantangan. Dalam buku terbaru saya ‘Amazing Life’, saya sempat menulis satu bagian mengenai self-acceptance. Sebuah kutipan yang saya ambil dari buku tersebut yakni ‘Jangan hanya melihat apa yang terjadi pada diri Anda, melainkan lihat ke dalam potensi diri Anda yang luar biasa yang bisa menaklukkan apa yang terjadi’. Jangan mengeluh, jangan menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Sang Pencipta atas apa yang terjadi. Jangan biarkan apa yang terjadi pada hidup Anda saat ini, entah itu sakit penyakit, masalah, tekanan yang mengontrol hidup Anda. Anda yang harus mengambil alih dan miliki control penuh atas hidup Anda. Arahkan pikiran dan tindakan kita ke arah yang positif

Sahabat yang setia, semoga kisah singkat sosok Pepeng membuka pikiran dan menggerakkan hati kita untuk lebih bijak dan positif dalam melihat hidup ini. Kita yang masih segar bugar, yang masih aktif dalam beraktivitas seharian, terkadang kerap menjadi orang yang lemah, orang yang selalu protes atas apa yang terjadi dan tak jarang lupa mensyukuri hidup ini. Atau mungkin secara tidak sadar kita pernah berucap ‘hidupku tak lagi berguna’, ‘hidupku sulit’. Mari bersama-sama kita mulai melakukan introspeksi dan mengarahkan layar kehidupan kita menuju arah yang positif. Mulai dari mana?, mulai dari dalam diri, mulai dari pikiran dan tindakan kita sehari-hari. Saya percaya Anda berhak untuk sebuah hidup yang mengagumkan, sebuah hidup yang luar biasa. You deserve an Amazing Life. Never Give Up!

Salam Amazing,


Sunday, February 14, 2010

Year of the Tiger: It's gonna be Amazing


Happy Chinese New Year, Gong Xi Fa Chai bagi para pembaca yang merayakannya.

Tak terasa kita sudah memasuki Tahun Macan. Tahun yang banyak diharapkan bagi sebagian orang menjadi tahun yang penuh keberhasilan, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Tapi harapan itu semua tidak akan pernah terwujud jika tidak dimulai dari dalam diri. Mungkin sebagian orang mulai berpikir "wah saya diramal tahun ini kurang hoki, saya dibilang bahwa tahun ini bisnis/karir saya kurang lancar, saya tidak boleh berbuat banyak tahun ini karena momennya kurang bagus".

Pandangan-pandangan ini terkadang membuat sebagian orang menjadi takut untuk melangkah atau bahkan menjadi khawatir menjalani sepanjang tahun macan. Ini adalah keputusan. Seseorang boleh saja percaya dan mematuhi apa yang diramalkan pada dirinya, dan seseorang boleh juga ingin membuktikan bahwa persepsi itu salah. Tergantung pilihan apa yang ingin Anda ambil. Kuncinya adalah pada diri kita masing-masing. Ciptakan faktor hoki atau keberhasilan dimulai dari dalam diri. Pola pikir, Tindakan, Perilaku, Sikap mental, kebiasaan positif menjadi elemen penting untuk pencapaian kita di tahun ini.

Saya teringat sebuah pesan yang sangat luar biasa mengatakan "In this life we don't get what we need, we get what we deserve". Dalam hidup ini kita tidak dapat apa yang kita butuhkan, kita dapat apa yang kita layak dapat. Mungkin kita menginginkan kesuksesan, membutuhkan kesejahteraan hidup, tapi apakah pola pikir dan tindakan kita sudah layak mendapatkannya. Jika selalu berdiam diri, takut, menganggap diri tidak mampu dan tidak mengambil action, jika selalu mengeluh dan menyalahkan orang lain atas hidupnya, apakah keinginan dan kebutuhan kita dapat terwujud ?

Pembaca yang setia, jangan lagi hidup di masa lalu yang suram, hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang kurang efektif. Apapun yang pernah terjadi dalam hidup Anda, ingat selalu ada kesempatan dan harapan untuk menjadi lebih baik. Saatnya membuat terobosan besar dalam tahun ini.Tak peduli tahun apa yang kita jalani, saya yakin kita semua berhak untuk hidup yang luar biasa.
You deserve an Amazing Life, my friend.

Monday, January 25, 2010

2nd Book Launching : Amazing Life


Some comments about Amazing Life book from great individuals:

Dont be a Winner ! untuk apa menjadi pemenang? toh anda cukup nyaman dengan keadaan yang terpuruk, berkesusahan, tidak tahu berterima kasih, tidak menyadari potensi diri yang sangat luar biasa... bertahanlah seperti kebanyakan orang yang menyalahkan keadaan dengan pola pikir sempitnya... Seorang Muk Kuang telah merepotkan dirinya untuk memberikan direction HOW TO TWIST IT ! masih mau tetap diam? baca buku ini dan ubah keadaan anda diluar dari " biasa" ! Truly Nice Book
Naomi Susan
Best Selling Author "Be Negative"The Young Super Entrepreneur
Amazing Life...sulit untuk mendeskripsikan dan mengukur seperti apa itu hidup yang mengagumkan karena saya yakin setiap orang memiliki standar masing-masing. Tetapi siapapun dan bagaimanapun standar yang Anda miliki, buku ini memberikan pencerahan bagaimana setiap orang bisa mencapai hidup yang mengagumkan. Yang mengejutkan, caranya terbilang sederhana namun amat tepat sasaran. Tulisan Muk Kuang juga merentangkan standar saya dari apa yang sebelumnya saya pikir mencukupi untuk disebut "Amazing Life". Thank you for reminding me Muk Kuang, semoga buku ini juga bisa menyentuh banyak kehidupan dan membuatnya menjadi "Amazing World"
Grace Natalie
TVOne News Anchor

"I love Muk Kuang's work. Amazing Life is brilliant in it's simplicity and his three key elements of taking control of your life, developing a positive lifestyle and putting meaning in your life are guaranteed to enhance the life of any reader who puts them into action."
Domonique Bertolucci, Best-selling author of Your Best Life
An Expert on Real Success

Isi dari buku Amazing Life sangat bagus, begitu mudah dipahami dan simple. Banyak orang yg tidak melihat, menyadari dan bahkan menyepelekan hal-hal mendasar dalam hidup yang tertuang dalam buku ini sehingga akhirnya banyak orang hanya berkeluh kesah/komplain sana sini dan akhirnya frustasi sendiri karena selalu merasa gagal, merasa tidak berguna, atau merasa tidak dihargai. Saya rasa jika para pembaca buku ini mau mulai melakukannya secara bertahap akan mendapatkan benefit yg sangat besar baik dalam karir maupun kehidupan pribadi atau dalam keluarga
Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca dan mulai dipraktekkan
Teddy Irawan
Deputy Director Sales & Marketing PT.Nissan Motor Indonesia

Amazing life is the guide book for Champion like You. Muk Kuang has written the secret of success with excellent concept and superb quality. Read it once a month for the next 12 months and You definitely discover your way to success faster than ever.
Darmadi Darmawangsa M.Sc., C.Eng.
The Master of Motivation
Best Selling co-author of Success Journey: Push It to the Limit

Walaupun hidup ini begitu keras banyak tantangan dan rintangan,buku ini akan menuntun Anda menjadi seorang yang mampu mengontrol, mengembangkan (gaya hidup positif) dan memaknai hidup ini. Suatu sikap mental yang akan mengantarkan Anda meraih kehidupan yang diidam-idamkan.
Leman Yap
Penulis buku-buku Chinese Wisdom, Chinese Life Philosophies, Chinese Leadership Wisdom dan Strateg
y

Monday, December 28, 2009

Your Amazing Year

Menjelang akhir tahun 2009, banyak dari kita yang sudah sibuk mempersiapkan akan liburan kemana, bingung mau pesta dimana, atau bagi kalangan professional sibuk mempersiapkan budget untuk tahun depan, sibuk untuk mempersiapkan strategi untuk menaikkan market share. Itulah kurang lebih ritual setiap akhir tahun. Anda boleh sibuk mempersiapkan untuk liburan maupun untuk pekerjaan Anda di tahun depan, tapi jangan sampai Anda lupa untuk mempersiapkan untuk diri Anda sendiri. Terobosan apa yang ingin Anda capai, rencana besar apa yang akan Anda lakukan, prestasi apa yang ingin Anda ukir di tahun 2010. Pertanyaan-pertanyaan mendasar ini yang perlu dijawab agar membuat kita lebih jelas apa yang ingin kita lakukan di tahun 2010. Banyak orang mengatakannya sebagai 'resolusi'. Sudahkah menyusun resolusi pribadi Anda di tahun 2010 ?

Tidak sedikit orang berpikiran bahwa buat apa bikin resolusi kalau tidak pernah tercapai, rencana atau goal tahun lalu tidak tercapai, jadi merasa enggan dan malas untuk membuatnya kembali. Jika di tahun 2009 Anda belum berhasil meraih apa yang Anda targetkan, bukan berarti Anda tidak mampu meraihnya di tahun 2010. Bukan resolusinya yang salah, tapi ada hal yang perlu menjadi koreksi pribadi yaitu apakah sikap saya sudah benar, apakah pola pikir saya sudah baik, apakah saya sudah meletakkan komitmen penuh untuk meraih apa yang sudah saya buat. Resolusi tanpa tindakan adalah sia-sia, mimpi tanpa perbuatan juga akan menjadi sia-sia. Tak peduli apa yang terjadi di tahun sebelumnya, tapi hal yang harus Anda yakini bahwa tahun 2010 adalah tahun Anda. Tahun Anda untuk kembali bersinar, tahun Anda untuk bangkit dan menunjukkan sebuah prestasi yang cemerlang.
Jika Anda yang mengalami sebuah keberhasilan di tahun 2009, saya ucapkan selamat. Syukuri itu semua dan mulai men-challenge diri Anda untuk sesuatu yang lebih baik lagi. Jangan berpuas diri. If Great is possible, then good is not enough. Sebaliknya apabila Anda mengalami sesuatu yang kurang menyenangkan di tahun 2009, ayo bangkit kembali di tahun 2010. Jangan hidup di masa lalu, ambil pelajaran dari kegagalan, dan saatnya Anda kembali dengan semangat baru. Saya memang tidak tahu persis apa yang terjadi pada diri Anda, mungkin yang Anda alami jauh lebih berat, tapi saya percaya akan satu hal bahwa selalu ada terang bagi orang yang memiliki pengharapan dan percaya bahwa hal itu akan terjadi. Ingat jika ada kejatuhan pasti ada kebangkitan, jika ada gelap pasti ada terang. Biarlah tahun 2010 menjadi tahun kebangkitan dan perubahan bagi hidup Anda.

Jika seseorang mengharapkan perubahan dalam hidupnya apalagi di tahun depan, maka orang tersebut tidak dapat mengharapkan orang lain atau faktor eksternal berubah untuk dirinya, melainkan orang tersebut harus mau mengubah dirinya lebih dahulu. Jika kita berharap hal yang lebih baik, kita tidak dapat terus memelihara kebiasaan-kebiasaan yang kurang efektif di tahun sebelumnya untuk dipakai di tahun yang baru.

Kebiasaan yang kurang efektif inilah yang perlu kita ubah. Kebiasaan mengeluh, menunda pekerjaan, memikirkan yang negatif, meremehkan orang, menjelek-jelekkan pribadi orang lain, bangun selalu siang, menyesali nasib diri, malas, selalu takut mencoba, tidak mau belajar, menyalahkan situasi, tidak mensyukuri keadaan dan segala bentuk kegiatan atau kebiasaan yang tidak memberi nilai tambah dalam hidup Anda, maka saatnya bagi Anda untuk membuat keputusan untuk mengubah itu semua. Terobosan atau resolusi seseorang boleh dahsyat dan fenomenal, tapi semuanya itu harus didasari dan dimulai dengan kebiasaan, pola pikir, perilaku, dan mental yang baik.
Anda mungkin sudah banyak mendengar nasehat positif menyongsong tahun 2010, tapi yang paling penting bukan seberapa banyak nasehat yang Anda dengar, melainkan seberapa banyak yang mau Anda jalankan dalam hidup ini. Jadikan itu sebuah komitmen untuk berubah. Niat saja tidak cukup, tapi harus diisi dengan tindakan, semangat, dan komitmen. Biasanya orang menjadi semangat diawal tahun, tetapi ketika di tengah perjalanan mulai kembali ke kebiasaan lamanya lagi. Jika demikian, ingatkan diri Anda dengan catatan tujuan hidup Anda, ingatkan diri Anda kembali dengan target yang sudah Anda set, ingatkan diri Anda kembali dengan komitmen yang sudah Anda buat diakhir tahun. Jangan biarkan nyala api dalam diri Anda redup dan mati. Mari bersama kita re-charge diri kita agar tumbuh menjadi lebih baik.
This is our year, and it could be an Amazing Year for all of us.
Let's do something great!
Happy New Year 2010
May this year be the best year of our life, our country, and our world!

Monday, October 05, 2009

You Decide Your Destiny


Sebuah weekend yang sangat menginspirasi ketika saya melihat acara Kick Andy dengan tema 'Melawan Nasib'. Semua narasumber yang hadir memiliki keterbatasan fisik, tapi apa yang terjadi pada diri mereka tidak menghentikan mereka untuk terus berjuang dan berkarya. Pak Sidik misalnya, seorang produsen kerupuk berbahan dasar singkong. Meskipun beliau tidak memiliki kedua kakinya, bukan berarti Ia meratapi nasibnya, tetapi justru sebaliknya Ia mau berjuang. Ia menjajakan barang dagangannya ke koperasi dan toko-toko menggunakan sepeda motor dengan desain khusus. Salah satu kalimat terlontar yang saya ingat adalah beliau mengatakan, "kita yang menentukan nasib kita, bukan orang lain". Jangan pernah minder atau berkecil hati dengan apa yang terjadi, yakinkan diri Anda bahwa Anda-pun juga bisa berkarya.

Saya dibuat kembali terenyuh dengan cerita dari narasumber lain bernama Pak Zulhadi. Seorang tuna netra yang tak kenal lelah menjajakan kerupuk Bangka dari pagi hingga sore dengan berjalan kaki hanya menggunakan bantuan tongkat. Motivasinya sangat sederhana yaitu ingin menyekolahkan anak-anaknya agar kelak dapat berhasil dan menjadi orang. Beliau mengatakan yang penting mau berusaha, dan tidak meminta-minta. Sebuah tekad yang luar biasa. Ia tidak menjadi pemalas karena fisiknya, tapi ia justru membuktikan bahwa ia masih mampu bekerja dengan keterbatasan fisiknya.

Sahabat yang setia, saya belajar banyak dari tayangan ini. Mungkin Anda juga sempat menyaksikan acara ini dan merasakan semangat yang luar biasa ditularkan oleh narasumber yang hadir. Beberapa hal yang menjadi catatan saya untuk menjadi bahan refleksi diri kita:

1. Bersyukur atas apa yang kita miliki
Tak satupun narasumber yang hadir menjawab Ya ketika di tanya oleh Bung Andi "apakah menyesal dilahirkan cacat, dan menganggap hidup ini tidak adil?". Mereka semua mensyukuri apa yang ada, dan menerima anugrah yang diberikan oleh Tuhan. Sebuah sikap mental yang luar biasa. Sebuah ajakan bagi saya dan kita semua untuk menghargai apa yang kita miliki dan memfokuskan apa yang bisa kita lakukan dan bukan sebaliknya fokus pada apa yang tidak bisa kita lakukan.

2. Terus Berjuang
Apapun yang melanda hidup kita, tak semestinya kita menyerah. Saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik saja masih terus berjuang tak kenal lelah dari pagi hingga sore, bagaimana dengan kita yang masih dilengkapi dengan fisik yang normal, apakah kita sudah memberikan yang terbaik dari dalam diri kita? Semoga ini menjadi pembelajaran kita semua, termasuk saya. Mari kita mulai menghargai ciptaan Tuhan dengan tidak menyia-nyiakan apa yang sudah diberikan-Nya. Kita dianugerahi pikiran, berikan yang terbaik. Kita dianugerahi kedua tangan dan kaki, lakukan tugas dengan baik.

3. Selalu memiliki Pengharapan
Yang membuat mereka bertahan dan berjuang tak kenal lelah karena mereka memiliki sebuah pengharapan. Apa yang mereka lakukan tidak untuk diri mereka sendiri, tapi untuk keluarga dan anak-anak tercinta mereka. Hidup ini bisa dilihat sebagai kondisi yang gelap gulita atau kondis yang cerah, tergantung bagaimana seseorang melihatnya. Mereka yang mematikan harapan dalam hidupnya melihat segala sesuatunya gelap. Mereka yang terus menyalakan harapan dalam hidupnya melihat sebuah terang. Pembaca yang setia, jangan matikan harapan Anda. Yakinkan diri Anda bahwa ada sebuah terang yang menanti kehidupan Anda kelak. Apapun yang terjadi dalam hidup Anda saat ini, ingatlah Dia yang diatas tidak akan meninggalkan engkau sendirian.

Semoga ini semua dapat menjadi bahan renungan kita semua untuk lebih mensyukuri, menghargai apa yang kita miliki sekarang dan tidak berhenti untuk selalu berharap karena itu semua yang akan selalu memotivasi kita untuk terus berjuang dan berkarya bagi orang-orang yang kita cintai.

Wednesday, September 02, 2009

Time to Stretch Yourself

Kurang lebih 3-4 bulan lagi kita akan mengakhiri tahun 2009. Banyak rekan mengatakan kepada saya, waktu berjalan sangat cepat, sama sekali tak terasa tahu-tahu sudah akhir tahun lagi. Memang kita tidak bisa mengontrol waktu yang berjalan, tapi kita bisa kontrol apa yang kita lakukan setiap harinya. Mungkin sebagian dari Anda menjelang tahun 2009 sudah membuat resolusi atau target-target pribadi yang ingin dicapai. Sebuah awal yang bagus, tapi apakah sudah Anda monitor, sejauh mana pencapaiannya ?, Jika Anda sudah berhasil, saatnya untuk merayakan keberhasilan Anda, karena Anda mampu meraihnya lebih cepat. Tapi jika belum, jangan berhenti.

Bagi Anda seorang wiraniaga yang memiliki target penjualan yang belum tercapai, para profesional yang belum meraih kinerja yang diinginkan, dan bagi Anda yang belum meraih target-target pribadi, saatnya untuk Anda memaksimalkan potensi dan berusaha keras untuk mengejarnya. Jangan menghentikan langkah Anda. Pertarungan belum usai, Anda masih bisa bangkit dan meraihnya.

Jika Anda perhatikan perlombaan renang, terkadang yang membedakan perenang diurutan no 1 dan no 2 bukan karena no 1 lebih hebat dan berpengalaman, tapi perenang no 1 melakukan usaha sedikit lebih banyak, berenang sedikit lebih kencang, karena selisih waktu diantara juara 1 dan 2 tidaklah terpaut terlalu jauh, hanya beberapa detik saja. Banyak potensi yang dimiliki dalam diri seseorang, tapi hanya sedikit yang mau menariknya dan mengoptimal dirinya.

Terkadang kita hanya perlu menambahkan sedikit energi untuk mengerjakan sesuatu. Jika tiap harinya, kita menambahkan energi dalam diri kita untuk meraih apa yang menjadi target kita, maka pada akhirnya Anda akan semakin dekat dengan impian Anda.

Jika Anda biasa mengejar 5 prospek dalam seminggu, tambahkan atau tantang diri Anda untuk mengejar 6-7 prospek seminggu, Jika Anda biasa selalu menunda tugas Anda di kantor, tantang diri Anda untuk mengusahakannya selesai lebih cepat dari deadline, Jika Anda biasa bangun siang, tantang diri Anda untuk bangun lebih pagi dan mulai beraktivitas. Semuanya kembali ke diri masing-masing. Jika Anda benar-benar menganggap hidup ini penting, target yang sudah Anda buat begitu penting, maka Anda tentu tahu tindakan apa yang seharusnya diambil.

Hidup ini terlalu singkat untuk disia-siakan.
It's time to stretch ourselves, my friend.

Salam Pemenang

Monday, August 03, 2009

Your Words Have Impact


Dalam perjalanan dari bandara ke rumah, saya menyempatkan berbincang-bincang dengan supir taksi untuk menghilangkan kebosanan di tengah kemacetan. Saya menanyakan sudah berapa lama di perusahaan taksi ini. Lalu supir ini menjawab "Baru 2.5 tahun". Dengan rasa penasaran saya kembali menanyakan, "Sebelumnya bekerja di perusahaan taksi lain Pak ?",dan kemudian supir ini menjawab dengan santai "Saya sebelumnya adalah supir pribadi untuk sebuah keluarga", "Hampir kurang lebih 10 tahun saya menjadi supir pribadi", kenang supir tersebut.

Apa yang memutuskan Bapak untuk berhenti dan pindah ke perusahaan taksi ini?, tanya saya. Supir ini mulai mencurahkan perasaannya dengan bercerita bahwa suatu ketika ia tidak sengaja menghilangkan tiket parkir, dan sang majikan marah besar dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan perasaannya. Dua hari supir ini tidak masuk kerja karena memikirkan perkataan sang majikan. Sakit hati, sedih, kecewa menyelimuti perasaan supir ini saat itu. Akhirnya supir ini memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai supir pribadi dan pindah ke perusahaan taksi.


Meskipun supir ini tidak mengungkapkan perkataan apa yang terlontar dari majikannya dulu, tapi dari raut mukanya saat cerita masih terlihat kekesalan tersimpan. Pembaca yang setia, malam itu saya belajar suatu hal bahwa apa yang keluar dari mulut kita memiliki dampak yang sangat besar. Pada salah satu artikel saya di dalam buku Think and Act like A Winner yang berjudul Your Words can change everything, saya mengungkapkan bagaimana perkataan yang keluar dari mulut kita dapat mengubah sesuatu. Pengalaman hidup supir ini mengingatkan kita kembali bahwa perkataan yang keluar dari mulut kita perlu di jaga dengan baik dan positif

Mungkin dalam situasi tertentu kekesalan, amarah, emosi Anda memuncak, tapi sebelum Anda bertindak baik itu menegur atau memarahi, pikirkan lebih dahulu dengan kepala dingin. Tulisan ini bukan untuk menggurui, tapi tulisan ini menjadi permenungan kita bersama terhadap tingkah laku, perkataan, perbuatan yang sudah kita lakukan kepada rekan kerja, bawahan, keluarga, dan orang yang kita cintai. Saya teringat sebuah kata bijak yang luar biasa mengatakan "They may forget what you have said, but they will never forget how you made them feel". Mereka mungkin lupa apa yang pernah Anda katakan, tapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana Anda membuat mereka merasakannya

Mari mulai saat ini, Anda , saya dan kita semua membenahi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam mengeluarkan kata-kata. Perkataan kita bisa memotivasi orang, perkataan kita bisa menggerakan orang ke arah yang positif, tapi perkataan kita juga bisa membuat orang kecewa dan sedih. Mana yang Anda pilih teman?Tak peduli apa profesi Anda, politikus, artis, guru, manager, penyanyi, pengusaha, penjaga toko, perkataan yang keluar dari mulut Anda bisa memberi dampak bagi orang sekitar. Semoga kita semua bisa memilih apa yang sepantasnya keluar dari mulut kita dengan bijaksana.

Wednesday, May 27, 2009

May the best win the election!

Setelah hasil pengumuman pemilu legislatif, beberapa pekan ini rasanya media elektronik maupun cetak banyak menyoroti agenda pemilu selanjutnya yaitu pilpres. Ditengah persiapan menuju kesana berbagai wacana dan diskusi-pun banyak digelar. Sebenarnya semua capres dan cawapres memiliki agenda yang positif untuk membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik, hanya saja pendekatan dan caranya yang mungkin agak berbeda.
Saya percaya warga yang baik tentu tak mungkin menghancurkan bangsa dimana ia dilahirkan, begitupun seharusnya capres dan cawapres kita. Semuanya pasti mengharapkan yang terbaik untuk negeri ini. Untuk itu proses pemilu presiden ini seharusnya menjadi ajang kompetisi yang sehat dan sportif. 'Pertunjukkan' yang akan disaksikan oleh jutaan mata warga Indonesia ini harus memperlihatkan sebuah sikap yang bijak, dewasa, dan santun. Bukan dengan tudingan, provokasi massa, dan isu negatif yang fakta dan datanya belum dapat dibuktikan dengan jelas. Bukan cercaan, sindiran, tekanan, keluhan, protes negatif yang selalu ingin di dengar masyarakat, tapi sebuah harapan, kerjasama, sinergi, optimisme, dan harmoni yang dirindukan oleh masyarakat.

Tulisan ini semata-mata ingin mengajak kita semua untuk lebih arif dalam bersikap, bertindak, dan bertutur kata, apalagi dalam konteks nasional. Saya ingat sebuah pesan yang sangat indah yang berbunyi Life is not about success or failure, but it's about meaning. Kehidupan ini bukan tentang keberhasilan atau kegagalan, tapi tentang sebuah arti. Kiranya ajang pemilihan presiden nanti di bulan Juli dapat memberikan sebuah arti/makna yang positif untuk bangsa ini, terlepas kandidat mana yang akan memenangkannya. Esensi yang terpenting terkadang bukan menang atau kalah, tapi apa kontribusi yang bisa diberikan untuk bangsa Indonesia.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perbedaan,
Bangsa yang hebat adalah bangsa yang memiliki kesantunan dalam bersikap,
Bangsa yang kuat adalah bangsa yang saling bergandengan tangan untuk bangkit.

May the best win the election.
May God bless Indonesia.

Salam Pemenang,

Muk Kuang

Thursday, May 21, 2009

Berharap sesuatu yang positif


Apa yang terlintas pertama kali di benak Anda ketika bangun di hari Senin pagi ? Harapan seperti apa yang Anda bangun ketika harus meeting dengan atasan Anda ? Apa yang Anda bayangkan ketika harus presentasi di depan klien ?

Jika apa yang harapkan dan bayangkan semuanya baik dan positif, maka Anda sudah berada pada jalur yang benar. Jika masih terlintas kekhawatiran, keraguan, ketakutan dalam diri Anda, maka Anda perlu memprogram ulang pola pikir Anda.

Banyak orang tahu bahwa harapan yang positif akan membangun sebuah keyakinan, tapi tidak banyak orang yang betul-betul melakukannya. Terkadang rasa cemas dan takut muncul dalam pikirannya. Imajinasi negatif seseorang yang membuat keraguannya semakin besar. Visualisasinya yang negatif membuat kecemasannya semakin menjadi-jadi.
Belum presentasi di depan klien, tapi gemetarnya sudah dari rumah, karena takut tidak dapat menjawab pertanyaan. Belum haris senin pagi, tapi sudah merasa malas membayangkan macetnya jalan, belum bertemu dengan atasan tapi sudah khawatir akan mendapat teguran.


Pembaca yang setia, sadar tidak sadar yang membangun segala sesuatu yang negatif berawal dari pikiran kita masing-masing, padahal segala sesuatunya belum tentu terjadi.
Pilihannya memang hanya ada 2, Anda boleh milih berharap hal buruk akan terjadi pada Anda, atau berharap hal yang baik akan terjadi pada Anda. Jika imajinasi, harapan yang Anda ciptakan hanya akan membuat Anda merasa menjadi lebih kecil, tidak mampu, kurang yakin, ragu, maka saatnya bagi Anda untuk meninggalkannya.Ambil suatu momen yang tenang, dan mulai bayangkan segala sesuatu yang baik akan terjadi.Bayangkan bagaimana atasan Anda akan kagum dengan kinerja Anda, bayangkan bagaimana klien Anda begitu menyukai presentasi Anda, bayangkan bahwa hari Senin Anda begitu menyenangkan karena akan ada kejutan spesial. Jika kita boleh memilih, kenapa tidak sekalian memilih yang baik-baik saja.

Hari Anda akan menjadi menyenangkan tergantung pada diri Anda. Mungkin kita bisa belajar dari seorang anak kecil, yang selalu ceria menghadapi harinya, yang selalu semangat pergi ke sekolah karena bertemu dengan teman-temannya, yang selalu senang ketika bangun karena bisa kembali bermain dengan orang tuanya.

Hidup ini terlalu singkat untuk menjadi khawatir dan menjadi takut. Kita dilahirkan untuk menjadi pribadi yang hebat, pribadi yang menang, tapi hal itu baru akan terwujud, jika kita bersedia mengharapkannya terjadi dalam hidup kita. Situasi dan kondisi boleh tidak bersahabat dengan kita, tapi jangan biarkan hal itu semua mengubur harapan positif kita. Jangan berhenti berharap, dan teruslah mengharapkan hal positif yang terjadi pada hidup Anda.

Sunday, April 26, 2009

4 Inspirational Lessons

Mungkin awalnya banyak orang yang belum mengenal siapa Charice Pempengco, tapi semenjak video menyanyinya di download oleh jutaan pengunjung di situs YouTube, yang penasaran mendengar suaranya dan ditambah penampilan Charice di acara Oprah Winfrey, akhirnya namanya perlahan mulai terdengar di beberapa penjuru dunia. . Kisah seorang gadis yang baru berusia 16 tahun dari Filipina ini banyak membuat orang terkagum-kagum karena talenta yang ia miliki. Hobi menyanyinya ternyata mampu membuat ia menjadi salah satu penyanyi muda yang banyak dilirik oleh musisi dunia seperti David Foster.

Charice hidup dari keluarga yang bisa dikatakan tidak berkelimpahan harta, dan salah satu yang menjadi motivasi ia untuk menyanyi adalah ingin membantu keluarganya. Banyak orang mengatakan bahwa ia tak akan mampu karena usianya masih terlalu muda, ia kurang cantik untuk menjadi penyanyi. Tapi komentar negatif orang lain tidak justru mengecilkan dirinya, melainkan Charice ingin membuktikan bahwa ia bisa. Akhirnya, Charice sering mengikuti berbagai kontes menyanyi dengan iming-iming hadiah 50-100 dollar. Charice menganggap paling tidak apabila hadiah itu ia dapat, dapat sedikit meringankan beban keluarga, untuk makan sehari-hari. Tak sia-sia, usaha dan keyakinan akan potensi yang dimilikinya membuat ia sering memenangkan kontes menyanyi. Karena hobinya dalam menyanyi, ia pernah menggambarkan dirinya suatu hari duet dengan penyanyi ternama Andrea Bocelli dan Celine Dion. Ternyata apa yang pernah ia gambarkan telah menjadi kenyataan. Charice bahkan diundang khusus oleh Celine Dion dan Andrea Bocelli dalam salah satu tur konser mereka.

Pembaca yang setia, banyak pelajaran menarik dari kisah Charice ini yang mungkin dapat menginspirasi kita semua
1. Jangan pernah merasa kecil
Orang lain boleh saja meremehkan Anda, tapi jangan sekali-kali Anda menganggap remeh diri sendiri. Anda dikaruniai sebuah talenta, anugrah, dan karunia untuk menjadi yang terbaik. Tak peduli berapa usia Anda, tak peduli apa latar belakang keluarga Anda, Anda bisa menjadi yang terbaik. Jangan hiraukan penyataan negatif yang hanya akan mengkerdilkan Anda. Satu hal yang perlu Anda ingat, Anda terlahir untuk menjadi seorang pemenang

2. Jangan takut untuk bermimpi
Apapun situasi yang Anda hadapi, tak ada yang dapat melarang Anda untuk berharap dan bermimpi. Charice bermimpi dengan menggambarkan dirinya dengan Celine Dion. Dia memvisualisasikan itu semua. Beberapa tahun berikutnya hal itu menjadi kenyataan. Mungkin bagi sebagian orang "memiliki impian" adalah sesuatu yang klasik, banyak buku dan seminar sudah mengatakan hal serupa. Tapi apakah kita sudah benar-benar mempercayai impian kita. You just need to believe, my friend. Jangan biarkan faktor eksternal membuat kita ragu akan impian kita.

3. Fokus pada kelebihan Anda
Focus on what you can do, and don't focus on what you can't do. Jangan habiskan waktu Anda untuk mengeluh dan meratapi kekurangan Anda. Mulai alihkan pemikiran Anda kepada kelebihan dan potensi yang Anda miliki. Manusia diberi waktu yang sama 24 jam sehari, tapi berapa banyak jam yang dihabiskan untuk fokus pada kelebihan atau kekurangan itulah yang membedakan kualitas manusia tersebut.

4. Punya target, visi dan misi
Anda boleh susun visi, misi dan target yang luar biasa hebatnya untuk perusahaan, tapi jangan lupa susun pula untuk diri sendiri. Charice memiliki misi yang sederhana, yaitu untuk membantu keluarganya. Itulah yang mendorong ia untuk tidak berhenti mencoba dan menggali potensi menyanyinya. Ketika Anda mulai merasa 'down', tertekan, malas, ingat kembali apa tujuan hidup Anda. Semoga bisa membangkitkan Anda kembali ketika Anda jatuh.

You are never too young, and never too old to inspire the world around you (Victoria Osteen)

Salam pemenang,


Muk Kuang

Thursday, January 22, 2009

Moment of Change


Tanggal 20 Januari 2009 nampaknya menjadi sejarah baru bagi masyarakat Amerika dengan terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden ke 44 mereka. Jutaan orang memadati area tempat pelantikan Obama untuk menyaksikan secara langsung momen yang ditunggu-tunggu. Tak hanya di Amerika saya rasa, masyarakat Indonesia pun tak ingin ketinggalan menyaksikan pelantikan sekaligus pidato Obama sebagai Presiden melalui saluran televisi. Dari beberapa rekan yang saya tanya, rata-rata mereka begitu antusias menyaksikan pelantikan ini karena ingin melihat Barack Obama berpidato. Isi pidato beliau bagi sebagian orang sangat inspiratif dan menunjukkan optimisme yang besar. Hal ini bisa kita saksikan ketika Obama menyerukan pesan - pesan pentingnya, diikuti dengan tepukan tangan yang meriah dari warganya.


....On this day, we gather because we have chosen hope over fear, unity of purpose over conflict and discord......

....In reaffirming the greatness of our nation, we understand that greatness is never a given. It must be earned.....

....Starting today, we must pick ourselves up, dust ourselves off, and begin again the work of remaking America......

.....For the world has changed, and we must change with it........

......Our challenges may be new. The instruments with which we meet them may be new. But those values upon which our success depends — honesty and hard work, courage and fair play, tolerance and curiosity, loyalty and patriotism - these things are old. These things are true. They have been the quiet force of progress throughout our history....


Pernyataan diatas adalah sebagian yang saya kutip dari pidato Obama pada saat inagurasi. Banyak pesan positif yang tersirat dari pernyataan diatas. Ajakan untuk bekerja keras, Ajakan untuk membangun sebuah harapan dan bukan ketakutan, Ajakan untuk menciptakan sebuah kesatuan dan bukan perpecahan, Ajakan untuk bangkit dan membenahi Amerika, dan ajakan untuk berubah sesuai dengan pesan awal beliau saat kampanye.

Sebuah pesan yang juga bisa kita pakai untuk hidup pribadi, pesan yang juga bisa diaplikasikan untuk membangun kembali bangsa kita. Indonesia bukan bangsa kecil. Potensinya begitu besar. Dibutuhkan komitmen dan peran serta masyarakat yang positif untuk bahu membahu menciptakan suatu terobosan yang bernilai. Negara-negara lain seperti Amerika misalnya sudah sibuk memikirkan apa yang harus dilakukan untuk perbaikan negara, jadi bukan lagi saatnya bagi kita untuk terus menerus mengeluh, protes, menyalahkan satu sama lain, atau sampai menjatuhkan orang lain, melainkan yang kita butuhkan saat ini adalah mental yang sehat dan tindakan yang sehat pula untuk membangun negeri ini. Tak ada yang tak mungkin kalau masing-masing dari kita mau mencoba mengupayakan itu semua. Saatnya untuk berubah teman.

May God Bless Indonesia :)

Salam Pemenang!

Wednesday, December 31, 2008

Live with Hope and It's Your Time to Shine in 2009

Biasanya pada akhir tahun media televisi maupun cetak mengingatkan kembali kepada kita apa saja yang sudah terjadi sepanjang tahun lewat kaleidoskop tahunan. Kalau kita sedikit menengok ke belakang, sepanjang tahun 2008 begitu banyak hal yang terjadi, mulai dari berita yang menggembirakan sampai berita yang sedikit membuat sebagian orang menjadi resah yaitu krisis global yang melanda ekonomi dunia. Tak sedikit orang menjadi begitu khawatir menghadapi tahun 2009, karena ada yang memprediksi puncak krisis juga akan melanda negara kita di pertengahan tahun dan akan berdampak pada pemutusan hubungan kerja sebagian karyawan.

Bagaimana dengan Anda sendiri menghadapi tahun 2009?
Sudah seperti ritual saya kira, sebagian orang mulai menetapkan resolusi mereka pribadi masing-masing untuk tahun 2009. Sebuah langkah yang cukup baik menurut saya, karena mereka yang mulai merancang resolusi, tahu persis apa yang ingin dicapai di tahun 2009. Yang justru menjadi keprihatinan, adalah kalau sebagian orang sudah enggan atau tidak mau tahu lagi apa yang ingin di raihnya di sepanjang tahun. Melihat kondisi yang susah, melihat pengalaman buruk di tahun lalu, mengurung diri untuk menjadi yang terbaik di tahun mendatang bukanlah jawaban bagi seorang pemenang.
Ijinkan saya berbagi tiga poin utama sebagai bekal kita bersama menyongsong tahun yang baru

1. Hiduplah dengan sebuah Harapan
Dalam buku saya 'Think and Act like A Winner', dikatakan Never Lose Your Hope. Jangan pernah kehilangan harapan. Anda tahu bahwa ada terang di ujung terowongan yang Anda lalui. Mungkin disepanjang terowongan, Anda merasakan begitu gelap, tapi yakinlah terowongan Anda tidak buntu, tapi ada cahaya di ujung terowongan. Jangan berhenti untuk terus berjalan. Nikmati setiap perjalanan hidup Anda, karena segala sesuatu akan indah pada waktunya. Sebuah pepatah mengatakan, hanya orang yang meninggal saja yang tidak punya harapan.

2. Hiduplah dengan mental yang sehat
Mental yang sehat maksud saya adalah hidup dengan optimisme dan tidak melihat diri sendiri sebagai pribadi yang lemah. Keadaan boleh susah, tapi mental Anda tidak boleh seperti orang susah. Jangan mulai tahun Anda dengan sebuah keluhan, pesimisme, kekhawatiran, dan kesedihan yang berlebihan. Anda punya potensi untuk bersinar di tahun 2009. Jangan isi pikiran Anda dengan ramalan yang hanya akan mengecilkan nyali Anda. Hal yang paling menyedihkan bukan orang lain yang membatasi kita, melainkan kita yang membatasi diri kita.
3. Hiduplah dengan semangat dan tindakan yang positif
Tingkat energi seseorang mampu mempengaruhi hasil yang dicapai. Ketika Anda mengalami masa-masa sulit, ingat kembali resolusi tahunan Anda, maka hal tersebut dapat mengingatkan kembali tujuan-tujuan yang sudah kita rancang untuk diraih. Kekuatan Anda untuk bangkit harus lebih besar dari masalah yang menimpa Anda.
Anda boleh membuat resolusi, Anda boleh punya target yang mau diraih, tapi hal yang mendasar adalah Anda harus mau bertindak untuk meraihnya. Donny Deutsch penulis The Big Idea, mengatakan You can't just have a big idea. You have to act upon it.
Mari kita sambut tahun 2009 dengan sebuah harapan yang lebih besar, dan keyakinan bahwa masing-masing dari kita mampu bersinar di tahun 2009.
Happy New Year 2009
Salam Pemenang,

Muk Kuang
Author 'Think and Act like A Winner'
People Development Trainer, Speaker.