Sunday, October 17, 2010

Bagaimana Cara Hidup Anda?


"Cara kita menjalani hidup jauh lebih penting dari pencapaian kita”


Saat saya membaca sebuah artikel, saya terkesan dengan apa yang tertulis di dalamnya, yaitu berbunyi “What matters is not the duration of your life, but the donation of it. Not how long you lived, but how you lived”. Yang terpenting bukan durasi kehidupan kita, tetapi sumbangan yang kita lakukan dalam hidup, bukan berapa lama Anda hidup, tetapi bagaimana Anda hidup

Kita diingatkan kembali lewat pernyataan inspirasional di atas bahwa apa yang telah kita perbuat di dunia ini dan cara kita mengisi kehidupan kita menjadi hal yang sangat penting. Dalam buku Amazing Life, saya sempat menyinggung, tahukah Anda untuk apa Anda hidup, dan apa yang sudah Anda lakukan di kehidupan ini?. Kita mungkin banyak belajar dan membaca dari buku bahwa kita harus mengetahui apa yang menjadi tujuan hidup kita. Akan tetapi hal lain yang tak kalah pentingnya adalah cara-cara kita untuk mencapai tujuan hidup haruslah dengan cara yang benar, bukan merugikan orang lain, bukan dengan cara yang tidak jujur. Pencapaian tanpa dilandasi dengan cara yang tidak benar bukanlah pencapaian yang abadi

Sahabat yang setia, waktu kita tidak banyak, oleh karena itu berikanlah nilai positif dalam kehidupan ini. Selama kita masih bernafas, menaburlah hal yang baik dengan sebanyak mungkin, dan kelak kita akan menuai hal yang baik pula. Jika Anda seorang salesman, lakukan tugas Anda dengan jujur dan melayani pelanggan dengan tulus, dan tidak sekedar mengejar target semata dengan menghalalkan segala cara. Jika Anda seorang politikus, pergunakanlah amanah yang diberikan dengan bijak, dan dilandasi integritas yang tinggi. Jika Anda seorang professional, lakukanlah yang terbaik yang bisa Anda kontribusikan dimanapun Anda bekerja dengan cara-cara yang penuh tanggung jawab. Apapun profesi Anda, dan dimanapun Anda berada, bertindaklah dengan positif dan jadilah berkat untuk orang lain lewat setiap cara kita menjalani kehidupan di dunia ini.

Cara kita menjalani kehidupan ini menjadi sangat penting ketimbang apa yang sudah kita capai dalam hidup ini. Sia-sia jika pencapaian yang diraih bukan dengan cara yang baik dan benar. Mulai saat ini bentuklah dengan positif cara kita berpikir, cara kita memperlakukan orang, cara kita menjalani hidup ini.


Salam Pemenang,



Muk Kuang
Book Author 'Amazing Life', 'Think and Act like A Winner'
mukkuang@gmail.com

Sunday, May 02, 2010

Berbagi Kasih

Seorang pilot dari sebuah maskapai penerbangan ternama membuat mata dunia terkagum-kagum dengan aktivitasnya yang peduli dan mau berbagi kasih kepada sesama. Bersama dengan istrinya Peggy, dan juga dukungan dari anak-anaknya ia mendirikan sebuah panti asuhan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Bentuk tindakan yang mulia inilah yang membuat CNN sebuah kantor berita internasional dari Amerika menobatkan beliau sebagai salah satu CNN Heroes.
Berawal saat sedang makan malam sambil menonton televisi, hati Budi Soehardi tergerak menyaksikan para pengungsi Timor Timur yang hanya tinggal di kardus, anak-anak yang hanya mengenakan kain untuk pakaian, dan untuk makanpun para pengungsi sangat sulit. Kondisi ini membuat ia sedih dan merasa haru. Dan pada rencana liburannya, ia mencoba untuk melakukan liburan dengan cara yang berbeda, yakni mengunjungi mereka. Ia melakukan koordinasi dengan rekan-rekannya untuk mengumpulkan sumbangan bagi para pengungsi. Dari situlah awal mula beliau dan istri mencoba mendirikan sebuah panti asuhan Roslin bagi anak-anak pengungsian

Pembaca yang budiman, ada beberapa pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari kisah mulia seorang Budi Soehardi:

1. Hidup untuk Orang lain
Kita hadir di dunia ini, tidak sekedar memenuhi keinginan dan cita-cita sendiri. Hidup ini akan menjadi lebih indah, ketika kita juga ikut memberikan nilai yang positif untuk orang lain. Sekecil apapun tindakan kita, selama itu memberi manfaat untuk orang banyak, jangan ragu untuk melakukannya. Bukan besar atau kecilnya tindakan kita yang dinilai, melainkan kebesaran hati kita untuk melakukannya dengan tulus demi kepentingan orang lain

2. Berbagi Kasih
Kita terlalu sering mendengar berita mengenai kekerasan, berita mengenai arogansi segelintir pihak sehingga mengorbankan orang lain, dan berita yang membuat hati dan dunia menjadi kurang damai. Pengalaman hidup Budi Soehardi dapat menjadi sebuah ajakan bagi kita semua untuk mulai berbagi kasih kepada orang terdekat dan memberikan warna yang harmonis kepada dunia ini. Tidak perlu melihat yang jauh-jauh lebih dahulu, mulailah dari yang terdekat, yakni berbagi kasih kepada orang tua, sanak saudara, anak-anak, rekan-rekan, tim kerja. Terkadang kita lupa memberikan kasih kepada orang terdekat, dan kita cenderung melihat orang yang diluar.

3. Hidup dengan Rendah Hati
Kerendahan hati seorang Budi Soehardi yang bersedia membantu anak pengungsian patut dijadikan teladan. Melihat karirnya yang cemerlang dan hidupnya yang sudah lebih dari cukup, tidak membuat beliau menjadi sombong. Sebuah cara hidup yang dapat menjadi renungan kita bersama. Apa yang kita miliki dan melekat pada kita saat ini adalah sebuah berkat dari Tuhan, dan jauhkanlah diri kita dari sikap kesombongan.

Lewat kisah inspiratif dari seorang Budi Soehardi, mari kita semua memberikan kontribusi yang positif terhadap sesama lewat tindakan kita sehari-hari. Tidak selalu harus materi, tapi perbuatan kasih yang mendorong, menyemangati orang lain juga dapat kita lakukan. Lakukanlah dengan apa yang Anda miliki dengan segenap hati dan dengan tulus ikhlas melakukannya. Saya terdorong untuk terus berbagi inspirasi positif lewat aktivitas saya menulis artikel, buku, dan kegiatan pelatihan bagi orang lain. Mari jadikan dunia ini penuh kasih, damai dan semangat yang positif. Jika seorang Budi Soehardi BISA melakukannya, Anda pun BISA! Lakukan bagian Anda mulai detik ini

Salam Amazing,

(Join the Amazing Life Page : http://www.facebook.com/amazinglife )

(Artikel ini diikutsertakan dalam Word Share Contest : http://www.facebook.com/home.php?#!/note.php?note_id=381816722637 )

Friday, March 19, 2010

Never GIVE UP


Nama Pepeng mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, beliau dikenal oleh khalayak publik lewat sebuah program kuis jari-jari beberapa tahun yang lalu di sebuah televisi swasta. Sebenarnya sudah beberapa kali saya melihat Pepeng di layar kaca, akan tetapi malam ini secara tidak sengaja, saya melihat beliau di salah satu tv swasta nasional dengan membagikan sedikit pengalaman dia terutama dalam melawan penyakitnya yang langka, dan saya tergerak untuk menulis mengenai semangat juang beliau dalam menjalani hidupnya.

Sekedar informasi, Pepeng terkena penyakit langka yang bernama Multiple Sclerosis(MS), sebuah penyakit yang menyerang system saraf pusat yang akhirnya menyebabkan beliau mengalami kelumpuhan. Beliau banyak menghabiskan waktunya berbaring di tempat tidur. Akan tetapi ada hal yang luar biasa, beliau bukan mengeluh dan bermalas-malasan di tempat tidur, melainkan beliau kerap menulis dengan menggunakan laptop, dan membaca buku untuk mengisi kehidupannya menjadi lebih berarti. Apa yang menimpa dirinya tidak membuat beliau berhenti dan meratapi hidupnya, melainkan membuat seorang Pepeng terus berkarya.
Dalam durasi singkat yang saya tonton di televisi, saya ingin berbagi kepada rekan-rekan inspirasi positif yang saya dapatkan

1. Fighting Spirit and Never Give Up (Semangat Juang dan Jangan pernah Menyerah)
Apapun yang menimpa hidup kita saat ini, tidak semestinya membuat kita menjadi lemah, takut, dan menyerah. Sosok Pepeng membuktikan ini semua. Meskipun hadir di sebuah studio dengan berbaring di tempat tidur, saya bisa melihat raut wajahnya yang begitu semangat bercerita, berbagi inspirasi, dan bercanda ria dengan sesama rekannya. Jangan meratapi hidup ini sebagai sesuatu yang sulit, kejam, tidak adil, melainkan lihatlah hidup ini sebagai sebuah perjuangan, sebuah berkat, sebuah proses untuk pendewasaan, sebuah tantangan yang harus dihadapi dan memberi pengaruh positif untuk orang lain. Bagi Anda yang membaca tulisan ini, saya tidak tahu apa yang sedang Anda alami, mungkin pengalaman buruk, mungkin juga sesuatu yang lebih pahit, tapi ijinkan saya mengatakan kepada Anda untuk mau bangkit dan tidak berlarut-larut sedih dan berkeluh kesah. Semangat dalam diri kita harus lebih besar dari segala cobaan yang kita hadapi. Kita diciptakan untuk menjadi pemenang. Mari beri nilai untuk kehidupan kita menjadi lebih berarti dan juga untuk orang lain.

2. Self-Acceptance (Mau menerima diri kita apa adanya)
Banyak orang masih belum bisa menerima apa yang terjadi pada dirinya, mengeluh kepada orang lain, terkadang protes kepada Tuhan atas apa yang menimpa diri kita. Tapi hal ini tidak dilakukan oleh Pepeng. Dia mau menerima apa yang terjadi pada dirinya, dan dengan positif meresponnya. Dia tidak mau melihat ini sebagai sebuah hambatan, melainkan melihat ini sebagai sebuah tantangan. Dalam buku terbaru saya ‘Amazing Life’, saya sempat menulis satu bagian mengenai self-acceptance. Sebuah kutipan yang saya ambil dari buku tersebut yakni ‘Jangan hanya melihat apa yang terjadi pada diri Anda, melainkan lihat ke dalam potensi diri Anda yang luar biasa yang bisa menaklukkan apa yang terjadi’. Jangan mengeluh, jangan menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Sang Pencipta atas apa yang terjadi. Jangan biarkan apa yang terjadi pada hidup Anda saat ini, entah itu sakit penyakit, masalah, tekanan yang mengontrol hidup Anda. Anda yang harus mengambil alih dan miliki control penuh atas hidup Anda. Arahkan pikiran dan tindakan kita ke arah yang positif

Sahabat yang setia, semoga kisah singkat sosok Pepeng membuka pikiran dan menggerakkan hati kita untuk lebih bijak dan positif dalam melihat hidup ini. Kita yang masih segar bugar, yang masih aktif dalam beraktivitas seharian, terkadang kerap menjadi orang yang lemah, orang yang selalu protes atas apa yang terjadi dan tak jarang lupa mensyukuri hidup ini. Atau mungkin secara tidak sadar kita pernah berucap ‘hidupku tak lagi berguna’, ‘hidupku sulit’. Mari bersama-sama kita mulai melakukan introspeksi dan mengarahkan layar kehidupan kita menuju arah yang positif. Mulai dari mana?, mulai dari dalam diri, mulai dari pikiran dan tindakan kita sehari-hari. Saya percaya Anda berhak untuk sebuah hidup yang mengagumkan, sebuah hidup yang luar biasa. You deserve an Amazing Life. Never Give Up!

Salam Amazing,