Monday, December 28, 2009

Your Amazing Year

Menjelang akhir tahun 2009, banyak dari kita yang sudah sibuk mempersiapkan akan liburan kemana, bingung mau pesta dimana, atau bagi kalangan professional sibuk mempersiapkan budget untuk tahun depan, sibuk untuk mempersiapkan strategi untuk menaikkan market share. Itulah kurang lebih ritual setiap akhir tahun. Anda boleh sibuk mempersiapkan untuk liburan maupun untuk pekerjaan Anda di tahun depan, tapi jangan sampai Anda lupa untuk mempersiapkan untuk diri Anda sendiri. Terobosan apa yang ingin Anda capai, rencana besar apa yang akan Anda lakukan, prestasi apa yang ingin Anda ukir di tahun 2010. Pertanyaan-pertanyaan mendasar ini yang perlu dijawab agar membuat kita lebih jelas apa yang ingin kita lakukan di tahun 2010. Banyak orang mengatakannya sebagai 'resolusi'. Sudahkah menyusun resolusi pribadi Anda di tahun 2010 ?

Tidak sedikit orang berpikiran bahwa buat apa bikin resolusi kalau tidak pernah tercapai, rencana atau goal tahun lalu tidak tercapai, jadi merasa enggan dan malas untuk membuatnya kembali. Jika di tahun 2009 Anda belum berhasil meraih apa yang Anda targetkan, bukan berarti Anda tidak mampu meraihnya di tahun 2010. Bukan resolusinya yang salah, tapi ada hal yang perlu menjadi koreksi pribadi yaitu apakah sikap saya sudah benar, apakah pola pikir saya sudah baik, apakah saya sudah meletakkan komitmen penuh untuk meraih apa yang sudah saya buat. Resolusi tanpa tindakan adalah sia-sia, mimpi tanpa perbuatan juga akan menjadi sia-sia. Tak peduli apa yang terjadi di tahun sebelumnya, tapi hal yang harus Anda yakini bahwa tahun 2010 adalah tahun Anda. Tahun Anda untuk kembali bersinar, tahun Anda untuk bangkit dan menunjukkan sebuah prestasi yang cemerlang.
Jika Anda yang mengalami sebuah keberhasilan di tahun 2009, saya ucapkan selamat. Syukuri itu semua dan mulai men-challenge diri Anda untuk sesuatu yang lebih baik lagi. Jangan berpuas diri. If Great is possible, then good is not enough. Sebaliknya apabila Anda mengalami sesuatu yang kurang menyenangkan di tahun 2009, ayo bangkit kembali di tahun 2010. Jangan hidup di masa lalu, ambil pelajaran dari kegagalan, dan saatnya Anda kembali dengan semangat baru. Saya memang tidak tahu persis apa yang terjadi pada diri Anda, mungkin yang Anda alami jauh lebih berat, tapi saya percaya akan satu hal bahwa selalu ada terang bagi orang yang memiliki pengharapan dan percaya bahwa hal itu akan terjadi. Ingat jika ada kejatuhan pasti ada kebangkitan, jika ada gelap pasti ada terang. Biarlah tahun 2010 menjadi tahun kebangkitan dan perubahan bagi hidup Anda.

Jika seseorang mengharapkan perubahan dalam hidupnya apalagi di tahun depan, maka orang tersebut tidak dapat mengharapkan orang lain atau faktor eksternal berubah untuk dirinya, melainkan orang tersebut harus mau mengubah dirinya lebih dahulu. Jika kita berharap hal yang lebih baik, kita tidak dapat terus memelihara kebiasaan-kebiasaan yang kurang efektif di tahun sebelumnya untuk dipakai di tahun yang baru.

Kebiasaan yang kurang efektif inilah yang perlu kita ubah. Kebiasaan mengeluh, menunda pekerjaan, memikirkan yang negatif, meremehkan orang, menjelek-jelekkan pribadi orang lain, bangun selalu siang, menyesali nasib diri, malas, selalu takut mencoba, tidak mau belajar, menyalahkan situasi, tidak mensyukuri keadaan dan segala bentuk kegiatan atau kebiasaan yang tidak memberi nilai tambah dalam hidup Anda, maka saatnya bagi Anda untuk membuat keputusan untuk mengubah itu semua. Terobosan atau resolusi seseorang boleh dahsyat dan fenomenal, tapi semuanya itu harus didasari dan dimulai dengan kebiasaan, pola pikir, perilaku, dan mental yang baik.
Anda mungkin sudah banyak mendengar nasehat positif menyongsong tahun 2010, tapi yang paling penting bukan seberapa banyak nasehat yang Anda dengar, melainkan seberapa banyak yang mau Anda jalankan dalam hidup ini. Jadikan itu sebuah komitmen untuk berubah. Niat saja tidak cukup, tapi harus diisi dengan tindakan, semangat, dan komitmen. Biasanya orang menjadi semangat diawal tahun, tetapi ketika di tengah perjalanan mulai kembali ke kebiasaan lamanya lagi. Jika demikian, ingatkan diri Anda dengan catatan tujuan hidup Anda, ingatkan diri Anda kembali dengan target yang sudah Anda set, ingatkan diri Anda kembali dengan komitmen yang sudah Anda buat diakhir tahun. Jangan biarkan nyala api dalam diri Anda redup dan mati. Mari bersama kita re-charge diri kita agar tumbuh menjadi lebih baik.
This is our year, and it could be an Amazing Year for all of us.
Let's do something great!
Happy New Year 2010
May this year be the best year of our life, our country, and our world!

Monday, October 05, 2009

You Decide Your Destiny


Sebuah weekend yang sangat menginspirasi ketika saya melihat acara Kick Andy dengan tema 'Melawan Nasib'. Semua narasumber yang hadir memiliki keterbatasan fisik, tapi apa yang terjadi pada diri mereka tidak menghentikan mereka untuk terus berjuang dan berkarya. Pak Sidik misalnya, seorang produsen kerupuk berbahan dasar singkong. Meskipun beliau tidak memiliki kedua kakinya, bukan berarti Ia meratapi nasibnya, tetapi justru sebaliknya Ia mau berjuang. Ia menjajakan barang dagangannya ke koperasi dan toko-toko menggunakan sepeda motor dengan desain khusus. Salah satu kalimat terlontar yang saya ingat adalah beliau mengatakan, "kita yang menentukan nasib kita, bukan orang lain". Jangan pernah minder atau berkecil hati dengan apa yang terjadi, yakinkan diri Anda bahwa Anda-pun juga bisa berkarya.

Saya dibuat kembali terenyuh dengan cerita dari narasumber lain bernama Pak Zulhadi. Seorang tuna netra yang tak kenal lelah menjajakan kerupuk Bangka dari pagi hingga sore dengan berjalan kaki hanya menggunakan bantuan tongkat. Motivasinya sangat sederhana yaitu ingin menyekolahkan anak-anaknya agar kelak dapat berhasil dan menjadi orang. Beliau mengatakan yang penting mau berusaha, dan tidak meminta-minta. Sebuah tekad yang luar biasa. Ia tidak menjadi pemalas karena fisiknya, tapi ia justru membuktikan bahwa ia masih mampu bekerja dengan keterbatasan fisiknya.

Sahabat yang setia, saya belajar banyak dari tayangan ini. Mungkin Anda juga sempat menyaksikan acara ini dan merasakan semangat yang luar biasa ditularkan oleh narasumber yang hadir. Beberapa hal yang menjadi catatan saya untuk menjadi bahan refleksi diri kita:

1. Bersyukur atas apa yang kita miliki
Tak satupun narasumber yang hadir menjawab Ya ketika di tanya oleh Bung Andi "apakah menyesal dilahirkan cacat, dan menganggap hidup ini tidak adil?". Mereka semua mensyukuri apa yang ada, dan menerima anugrah yang diberikan oleh Tuhan. Sebuah sikap mental yang luar biasa. Sebuah ajakan bagi saya dan kita semua untuk menghargai apa yang kita miliki dan memfokuskan apa yang bisa kita lakukan dan bukan sebaliknya fokus pada apa yang tidak bisa kita lakukan.

2. Terus Berjuang
Apapun yang melanda hidup kita, tak semestinya kita menyerah. Saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik saja masih terus berjuang tak kenal lelah dari pagi hingga sore, bagaimana dengan kita yang masih dilengkapi dengan fisik yang normal, apakah kita sudah memberikan yang terbaik dari dalam diri kita? Semoga ini menjadi pembelajaran kita semua, termasuk saya. Mari kita mulai menghargai ciptaan Tuhan dengan tidak menyia-nyiakan apa yang sudah diberikan-Nya. Kita dianugerahi pikiran, berikan yang terbaik. Kita dianugerahi kedua tangan dan kaki, lakukan tugas dengan baik.

3. Selalu memiliki Pengharapan
Yang membuat mereka bertahan dan berjuang tak kenal lelah karena mereka memiliki sebuah pengharapan. Apa yang mereka lakukan tidak untuk diri mereka sendiri, tapi untuk keluarga dan anak-anak tercinta mereka. Hidup ini bisa dilihat sebagai kondisi yang gelap gulita atau kondis yang cerah, tergantung bagaimana seseorang melihatnya. Mereka yang mematikan harapan dalam hidupnya melihat segala sesuatunya gelap. Mereka yang terus menyalakan harapan dalam hidupnya melihat sebuah terang. Pembaca yang setia, jangan matikan harapan Anda. Yakinkan diri Anda bahwa ada sebuah terang yang menanti kehidupan Anda kelak. Apapun yang terjadi dalam hidup Anda saat ini, ingatlah Dia yang diatas tidak akan meninggalkan engkau sendirian.

Semoga ini semua dapat menjadi bahan renungan kita semua untuk lebih mensyukuri, menghargai apa yang kita miliki sekarang dan tidak berhenti untuk selalu berharap karena itu semua yang akan selalu memotivasi kita untuk terus berjuang dan berkarya bagi orang-orang yang kita cintai.

Wednesday, September 02, 2009

Time to Stretch Yourself

Kurang lebih 3-4 bulan lagi kita akan mengakhiri tahun 2009. Banyak rekan mengatakan kepada saya, waktu berjalan sangat cepat, sama sekali tak terasa tahu-tahu sudah akhir tahun lagi. Memang kita tidak bisa mengontrol waktu yang berjalan, tapi kita bisa kontrol apa yang kita lakukan setiap harinya. Mungkin sebagian dari Anda menjelang tahun 2009 sudah membuat resolusi atau target-target pribadi yang ingin dicapai. Sebuah awal yang bagus, tapi apakah sudah Anda monitor, sejauh mana pencapaiannya ?, Jika Anda sudah berhasil, saatnya untuk merayakan keberhasilan Anda, karena Anda mampu meraihnya lebih cepat. Tapi jika belum, jangan berhenti.

Bagi Anda seorang wiraniaga yang memiliki target penjualan yang belum tercapai, para profesional yang belum meraih kinerja yang diinginkan, dan bagi Anda yang belum meraih target-target pribadi, saatnya untuk Anda memaksimalkan potensi dan berusaha keras untuk mengejarnya. Jangan menghentikan langkah Anda. Pertarungan belum usai, Anda masih bisa bangkit dan meraihnya.

Jika Anda perhatikan perlombaan renang, terkadang yang membedakan perenang diurutan no 1 dan no 2 bukan karena no 1 lebih hebat dan berpengalaman, tapi perenang no 1 melakukan usaha sedikit lebih banyak, berenang sedikit lebih kencang, karena selisih waktu diantara juara 1 dan 2 tidaklah terpaut terlalu jauh, hanya beberapa detik saja. Banyak potensi yang dimiliki dalam diri seseorang, tapi hanya sedikit yang mau menariknya dan mengoptimal dirinya.

Terkadang kita hanya perlu menambahkan sedikit energi untuk mengerjakan sesuatu. Jika tiap harinya, kita menambahkan energi dalam diri kita untuk meraih apa yang menjadi target kita, maka pada akhirnya Anda akan semakin dekat dengan impian Anda.

Jika Anda biasa mengejar 5 prospek dalam seminggu, tambahkan atau tantang diri Anda untuk mengejar 6-7 prospek seminggu, Jika Anda biasa selalu menunda tugas Anda di kantor, tantang diri Anda untuk mengusahakannya selesai lebih cepat dari deadline, Jika Anda biasa bangun siang, tantang diri Anda untuk bangun lebih pagi dan mulai beraktivitas. Semuanya kembali ke diri masing-masing. Jika Anda benar-benar menganggap hidup ini penting, target yang sudah Anda buat begitu penting, maka Anda tentu tahu tindakan apa yang seharusnya diambil.

Hidup ini terlalu singkat untuk disia-siakan.
It's time to stretch ourselves, my friend.

Salam Pemenang