Monday, October 05, 2009

You Decide Your Destiny


Sebuah weekend yang sangat menginspirasi ketika saya melihat acara Kick Andy dengan tema 'Melawan Nasib'. Semua narasumber yang hadir memiliki keterbatasan fisik, tapi apa yang terjadi pada diri mereka tidak menghentikan mereka untuk terus berjuang dan berkarya. Pak Sidik misalnya, seorang produsen kerupuk berbahan dasar singkong. Meskipun beliau tidak memiliki kedua kakinya, bukan berarti Ia meratapi nasibnya, tetapi justru sebaliknya Ia mau berjuang. Ia menjajakan barang dagangannya ke koperasi dan toko-toko menggunakan sepeda motor dengan desain khusus. Salah satu kalimat terlontar yang saya ingat adalah beliau mengatakan, "kita yang menentukan nasib kita, bukan orang lain". Jangan pernah minder atau berkecil hati dengan apa yang terjadi, yakinkan diri Anda bahwa Anda-pun juga bisa berkarya.

Saya dibuat kembali terenyuh dengan cerita dari narasumber lain bernama Pak Zulhadi. Seorang tuna netra yang tak kenal lelah menjajakan kerupuk Bangka dari pagi hingga sore dengan berjalan kaki hanya menggunakan bantuan tongkat. Motivasinya sangat sederhana yaitu ingin menyekolahkan anak-anaknya agar kelak dapat berhasil dan menjadi orang. Beliau mengatakan yang penting mau berusaha, dan tidak meminta-minta. Sebuah tekad yang luar biasa. Ia tidak menjadi pemalas karena fisiknya, tapi ia justru membuktikan bahwa ia masih mampu bekerja dengan keterbatasan fisiknya.

Sahabat yang setia, saya belajar banyak dari tayangan ini. Mungkin Anda juga sempat menyaksikan acara ini dan merasakan semangat yang luar biasa ditularkan oleh narasumber yang hadir. Beberapa hal yang menjadi catatan saya untuk menjadi bahan refleksi diri kita:

1. Bersyukur atas apa yang kita miliki
Tak satupun narasumber yang hadir menjawab Ya ketika di tanya oleh Bung Andi "apakah menyesal dilahirkan cacat, dan menganggap hidup ini tidak adil?". Mereka semua mensyukuri apa yang ada, dan menerima anugrah yang diberikan oleh Tuhan. Sebuah sikap mental yang luar biasa. Sebuah ajakan bagi saya dan kita semua untuk menghargai apa yang kita miliki dan memfokuskan apa yang bisa kita lakukan dan bukan sebaliknya fokus pada apa yang tidak bisa kita lakukan.

2. Terus Berjuang
Apapun yang melanda hidup kita, tak semestinya kita menyerah. Saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan fisik saja masih terus berjuang tak kenal lelah dari pagi hingga sore, bagaimana dengan kita yang masih dilengkapi dengan fisik yang normal, apakah kita sudah memberikan yang terbaik dari dalam diri kita? Semoga ini menjadi pembelajaran kita semua, termasuk saya. Mari kita mulai menghargai ciptaan Tuhan dengan tidak menyia-nyiakan apa yang sudah diberikan-Nya. Kita dianugerahi pikiran, berikan yang terbaik. Kita dianugerahi kedua tangan dan kaki, lakukan tugas dengan baik.

3. Selalu memiliki Pengharapan
Yang membuat mereka bertahan dan berjuang tak kenal lelah karena mereka memiliki sebuah pengharapan. Apa yang mereka lakukan tidak untuk diri mereka sendiri, tapi untuk keluarga dan anak-anak tercinta mereka. Hidup ini bisa dilihat sebagai kondisi yang gelap gulita atau kondis yang cerah, tergantung bagaimana seseorang melihatnya. Mereka yang mematikan harapan dalam hidupnya melihat segala sesuatunya gelap. Mereka yang terus menyalakan harapan dalam hidupnya melihat sebuah terang. Pembaca yang setia, jangan matikan harapan Anda. Yakinkan diri Anda bahwa ada sebuah terang yang menanti kehidupan Anda kelak. Apapun yang terjadi dalam hidup Anda saat ini, ingatlah Dia yang diatas tidak akan meninggalkan engkau sendirian.

Semoga ini semua dapat menjadi bahan renungan kita semua untuk lebih mensyukuri, menghargai apa yang kita miliki sekarang dan tidak berhenti untuk selalu berharap karena itu semua yang akan selalu memotivasi kita untuk terus berjuang dan berkarya bagi orang-orang yang kita cintai.

Wednesday, September 02, 2009

Time to Stretch Yourself

Kurang lebih 3-4 bulan lagi kita akan mengakhiri tahun 2009. Banyak rekan mengatakan kepada saya, waktu berjalan sangat cepat, sama sekali tak terasa tahu-tahu sudah akhir tahun lagi. Memang kita tidak bisa mengontrol waktu yang berjalan, tapi kita bisa kontrol apa yang kita lakukan setiap harinya. Mungkin sebagian dari Anda menjelang tahun 2009 sudah membuat resolusi atau target-target pribadi yang ingin dicapai. Sebuah awal yang bagus, tapi apakah sudah Anda monitor, sejauh mana pencapaiannya ?, Jika Anda sudah berhasil, saatnya untuk merayakan keberhasilan Anda, karena Anda mampu meraihnya lebih cepat. Tapi jika belum, jangan berhenti.

Bagi Anda seorang wiraniaga yang memiliki target penjualan yang belum tercapai, para profesional yang belum meraih kinerja yang diinginkan, dan bagi Anda yang belum meraih target-target pribadi, saatnya untuk Anda memaksimalkan potensi dan berusaha keras untuk mengejarnya. Jangan menghentikan langkah Anda. Pertarungan belum usai, Anda masih bisa bangkit dan meraihnya.

Jika Anda perhatikan perlombaan renang, terkadang yang membedakan perenang diurutan no 1 dan no 2 bukan karena no 1 lebih hebat dan berpengalaman, tapi perenang no 1 melakukan usaha sedikit lebih banyak, berenang sedikit lebih kencang, karena selisih waktu diantara juara 1 dan 2 tidaklah terpaut terlalu jauh, hanya beberapa detik saja. Banyak potensi yang dimiliki dalam diri seseorang, tapi hanya sedikit yang mau menariknya dan mengoptimal dirinya.

Terkadang kita hanya perlu menambahkan sedikit energi untuk mengerjakan sesuatu. Jika tiap harinya, kita menambahkan energi dalam diri kita untuk meraih apa yang menjadi target kita, maka pada akhirnya Anda akan semakin dekat dengan impian Anda.

Jika Anda biasa mengejar 5 prospek dalam seminggu, tambahkan atau tantang diri Anda untuk mengejar 6-7 prospek seminggu, Jika Anda biasa selalu menunda tugas Anda di kantor, tantang diri Anda untuk mengusahakannya selesai lebih cepat dari deadline, Jika Anda biasa bangun siang, tantang diri Anda untuk bangun lebih pagi dan mulai beraktivitas. Semuanya kembali ke diri masing-masing. Jika Anda benar-benar menganggap hidup ini penting, target yang sudah Anda buat begitu penting, maka Anda tentu tahu tindakan apa yang seharusnya diambil.

Hidup ini terlalu singkat untuk disia-siakan.
It's time to stretch ourselves, my friend.

Salam Pemenang

Monday, August 03, 2009

Your Words Have Impact


Dalam perjalanan dari bandara ke rumah, saya menyempatkan berbincang-bincang dengan supir taksi untuk menghilangkan kebosanan di tengah kemacetan. Saya menanyakan sudah berapa lama di perusahaan taksi ini. Lalu supir ini menjawab "Baru 2.5 tahun". Dengan rasa penasaran saya kembali menanyakan, "Sebelumnya bekerja di perusahaan taksi lain Pak ?",dan kemudian supir ini menjawab dengan santai "Saya sebelumnya adalah supir pribadi untuk sebuah keluarga", "Hampir kurang lebih 10 tahun saya menjadi supir pribadi", kenang supir tersebut.

Apa yang memutuskan Bapak untuk berhenti dan pindah ke perusahaan taksi ini?, tanya saya. Supir ini mulai mencurahkan perasaannya dengan bercerita bahwa suatu ketika ia tidak sengaja menghilangkan tiket parkir, dan sang majikan marah besar dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan perasaannya. Dua hari supir ini tidak masuk kerja karena memikirkan perkataan sang majikan. Sakit hati, sedih, kecewa menyelimuti perasaan supir ini saat itu. Akhirnya supir ini memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai supir pribadi dan pindah ke perusahaan taksi.


Meskipun supir ini tidak mengungkapkan perkataan apa yang terlontar dari majikannya dulu, tapi dari raut mukanya saat cerita masih terlihat kekesalan tersimpan. Pembaca yang setia, malam itu saya belajar suatu hal bahwa apa yang keluar dari mulut kita memiliki dampak yang sangat besar. Pada salah satu artikel saya di dalam buku Think and Act like A Winner yang berjudul Your Words can change everything, saya mengungkapkan bagaimana perkataan yang keluar dari mulut kita dapat mengubah sesuatu. Pengalaman hidup supir ini mengingatkan kita kembali bahwa perkataan yang keluar dari mulut kita perlu di jaga dengan baik dan positif

Mungkin dalam situasi tertentu kekesalan, amarah, emosi Anda memuncak, tapi sebelum Anda bertindak baik itu menegur atau memarahi, pikirkan lebih dahulu dengan kepala dingin. Tulisan ini bukan untuk menggurui, tapi tulisan ini menjadi permenungan kita bersama terhadap tingkah laku, perkataan, perbuatan yang sudah kita lakukan kepada rekan kerja, bawahan, keluarga, dan orang yang kita cintai. Saya teringat sebuah kata bijak yang luar biasa mengatakan "They may forget what you have said, but they will never forget how you made them feel". Mereka mungkin lupa apa yang pernah Anda katakan, tapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana Anda membuat mereka merasakannya

Mari mulai saat ini, Anda , saya dan kita semua membenahi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam mengeluarkan kata-kata. Perkataan kita bisa memotivasi orang, perkataan kita bisa menggerakan orang ke arah yang positif, tapi perkataan kita juga bisa membuat orang kecewa dan sedih. Mana yang Anda pilih teman?Tak peduli apa profesi Anda, politikus, artis, guru, manager, penyanyi, pengusaha, penjaga toko, perkataan yang keluar dari mulut Anda bisa memberi dampak bagi orang sekitar. Semoga kita semua bisa memilih apa yang sepantasnya keluar dari mulut kita dengan bijaksana.