Wednesday, September 02, 2009

Time to Stretch Yourself

Kurang lebih 3-4 bulan lagi kita akan mengakhiri tahun 2009. Banyak rekan mengatakan kepada saya, waktu berjalan sangat cepat, sama sekali tak terasa tahu-tahu sudah akhir tahun lagi. Memang kita tidak bisa mengontrol waktu yang berjalan, tapi kita bisa kontrol apa yang kita lakukan setiap harinya. Mungkin sebagian dari Anda menjelang tahun 2009 sudah membuat resolusi atau target-target pribadi yang ingin dicapai. Sebuah awal yang bagus, tapi apakah sudah Anda monitor, sejauh mana pencapaiannya ?, Jika Anda sudah berhasil, saatnya untuk merayakan keberhasilan Anda, karena Anda mampu meraihnya lebih cepat. Tapi jika belum, jangan berhenti.

Bagi Anda seorang wiraniaga yang memiliki target penjualan yang belum tercapai, para profesional yang belum meraih kinerja yang diinginkan, dan bagi Anda yang belum meraih target-target pribadi, saatnya untuk Anda memaksimalkan potensi dan berusaha keras untuk mengejarnya. Jangan menghentikan langkah Anda. Pertarungan belum usai, Anda masih bisa bangkit dan meraihnya.

Jika Anda perhatikan perlombaan renang, terkadang yang membedakan perenang diurutan no 1 dan no 2 bukan karena no 1 lebih hebat dan berpengalaman, tapi perenang no 1 melakukan usaha sedikit lebih banyak, berenang sedikit lebih kencang, karena selisih waktu diantara juara 1 dan 2 tidaklah terpaut terlalu jauh, hanya beberapa detik saja. Banyak potensi yang dimiliki dalam diri seseorang, tapi hanya sedikit yang mau menariknya dan mengoptimal dirinya.

Terkadang kita hanya perlu menambahkan sedikit energi untuk mengerjakan sesuatu. Jika tiap harinya, kita menambahkan energi dalam diri kita untuk meraih apa yang menjadi target kita, maka pada akhirnya Anda akan semakin dekat dengan impian Anda.

Jika Anda biasa mengejar 5 prospek dalam seminggu, tambahkan atau tantang diri Anda untuk mengejar 6-7 prospek seminggu, Jika Anda biasa selalu menunda tugas Anda di kantor, tantang diri Anda untuk mengusahakannya selesai lebih cepat dari deadline, Jika Anda biasa bangun siang, tantang diri Anda untuk bangun lebih pagi dan mulai beraktivitas. Semuanya kembali ke diri masing-masing. Jika Anda benar-benar menganggap hidup ini penting, target yang sudah Anda buat begitu penting, maka Anda tentu tahu tindakan apa yang seharusnya diambil.

Hidup ini terlalu singkat untuk disia-siakan.
It's time to stretch ourselves, my friend.

Salam Pemenang

Monday, August 03, 2009

Your Words Have Impact


Dalam perjalanan dari bandara ke rumah, saya menyempatkan berbincang-bincang dengan supir taksi untuk menghilangkan kebosanan di tengah kemacetan. Saya menanyakan sudah berapa lama di perusahaan taksi ini. Lalu supir ini menjawab "Baru 2.5 tahun". Dengan rasa penasaran saya kembali menanyakan, "Sebelumnya bekerja di perusahaan taksi lain Pak ?",dan kemudian supir ini menjawab dengan santai "Saya sebelumnya adalah supir pribadi untuk sebuah keluarga", "Hampir kurang lebih 10 tahun saya menjadi supir pribadi", kenang supir tersebut.

Apa yang memutuskan Bapak untuk berhenti dan pindah ke perusahaan taksi ini?, tanya saya. Supir ini mulai mencurahkan perasaannya dengan bercerita bahwa suatu ketika ia tidak sengaja menghilangkan tiket parkir, dan sang majikan marah besar dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan perasaannya. Dua hari supir ini tidak masuk kerja karena memikirkan perkataan sang majikan. Sakit hati, sedih, kecewa menyelimuti perasaan supir ini saat itu. Akhirnya supir ini memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai supir pribadi dan pindah ke perusahaan taksi.


Meskipun supir ini tidak mengungkapkan perkataan apa yang terlontar dari majikannya dulu, tapi dari raut mukanya saat cerita masih terlihat kekesalan tersimpan. Pembaca yang setia, malam itu saya belajar suatu hal bahwa apa yang keluar dari mulut kita memiliki dampak yang sangat besar. Pada salah satu artikel saya di dalam buku Think and Act like A Winner yang berjudul Your Words can change everything, saya mengungkapkan bagaimana perkataan yang keluar dari mulut kita dapat mengubah sesuatu. Pengalaman hidup supir ini mengingatkan kita kembali bahwa perkataan yang keluar dari mulut kita perlu di jaga dengan baik dan positif

Mungkin dalam situasi tertentu kekesalan, amarah, emosi Anda memuncak, tapi sebelum Anda bertindak baik itu menegur atau memarahi, pikirkan lebih dahulu dengan kepala dingin. Tulisan ini bukan untuk menggurui, tapi tulisan ini menjadi permenungan kita bersama terhadap tingkah laku, perkataan, perbuatan yang sudah kita lakukan kepada rekan kerja, bawahan, keluarga, dan orang yang kita cintai. Saya teringat sebuah kata bijak yang luar biasa mengatakan "They may forget what you have said, but they will never forget how you made them feel". Mereka mungkin lupa apa yang pernah Anda katakan, tapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana Anda membuat mereka merasakannya

Mari mulai saat ini, Anda , saya dan kita semua membenahi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam mengeluarkan kata-kata. Perkataan kita bisa memotivasi orang, perkataan kita bisa menggerakan orang ke arah yang positif, tapi perkataan kita juga bisa membuat orang kecewa dan sedih. Mana yang Anda pilih teman?Tak peduli apa profesi Anda, politikus, artis, guru, manager, penyanyi, pengusaha, penjaga toko, perkataan yang keluar dari mulut Anda bisa memberi dampak bagi orang sekitar. Semoga kita semua bisa memilih apa yang sepantasnya keluar dari mulut kita dengan bijaksana.

Wednesday, May 27, 2009

May the best win the election!

Setelah hasil pengumuman pemilu legislatif, beberapa pekan ini rasanya media elektronik maupun cetak banyak menyoroti agenda pemilu selanjutnya yaitu pilpres. Ditengah persiapan menuju kesana berbagai wacana dan diskusi-pun banyak digelar. Sebenarnya semua capres dan cawapres memiliki agenda yang positif untuk membangun bangsa ini ke arah yang lebih baik, hanya saja pendekatan dan caranya yang mungkin agak berbeda.
Saya percaya warga yang baik tentu tak mungkin menghancurkan bangsa dimana ia dilahirkan, begitupun seharusnya capres dan cawapres kita. Semuanya pasti mengharapkan yang terbaik untuk negeri ini. Untuk itu proses pemilu presiden ini seharusnya menjadi ajang kompetisi yang sehat dan sportif. 'Pertunjukkan' yang akan disaksikan oleh jutaan mata warga Indonesia ini harus memperlihatkan sebuah sikap yang bijak, dewasa, dan santun. Bukan dengan tudingan, provokasi massa, dan isu negatif yang fakta dan datanya belum dapat dibuktikan dengan jelas. Bukan cercaan, sindiran, tekanan, keluhan, protes negatif yang selalu ingin di dengar masyarakat, tapi sebuah harapan, kerjasama, sinergi, optimisme, dan harmoni yang dirindukan oleh masyarakat.

Tulisan ini semata-mata ingin mengajak kita semua untuk lebih arif dalam bersikap, bertindak, dan bertutur kata, apalagi dalam konteks nasional. Saya ingat sebuah pesan yang sangat indah yang berbunyi Life is not about success or failure, but it's about meaning. Kehidupan ini bukan tentang keberhasilan atau kegagalan, tapi tentang sebuah arti. Kiranya ajang pemilihan presiden nanti di bulan Juli dapat memberikan sebuah arti/makna yang positif untuk bangsa ini, terlepas kandidat mana yang akan memenangkannya. Esensi yang terpenting terkadang bukan menang atau kalah, tapi apa kontribusi yang bisa diberikan untuk bangsa Indonesia.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perbedaan,
Bangsa yang hebat adalah bangsa yang memiliki kesantunan dalam bersikap,
Bangsa yang kuat adalah bangsa yang saling bergandengan tangan untuk bangkit.

May the best win the election.
May God bless Indonesia.

Salam Pemenang,

Muk Kuang