Monday, February 26, 2007

You Don't Have Much Time

Berapa umur Anda sekarang?
Apa yang sudah Anda lakukan dan capai selama ini?
Apakah yang Anda lakukan selama ini sudah sesuai dengan cita-cita Anda?
Berapa persen waktu yang Anda pakai 1 hari untuk hal yang bermanfaat ?
Pernahkah Anda menghitung berapa banyak waktu yang sudah Anda buang?

Pertanyaan diatas perlu Anda tanyakan ke dalam diri masing-masing sebagai bentuk self -checking untuk melihat sudah efektifkah saya ini, adakah perkembangan dalam diri saya ini, adakah pencapaian yang saya raih.

Ketika saya menghadiri sebuah seminar singkat di Singapura, salah satu pembicaranya mengatakan sebuah kalimat yang cukup menarik, katanya "Life is too short...don't do something that you don't like". Hidup ini sangat singkat....jangan lakukan sesuatu yang tidak Anda sukai.

Terkadang saya mendengar banyak orang yang bertahun-tahun melakukan pekerjaannya, dan sebenarnya dia tidak menyukai pekerjaannya. Umur semakin bertambah, tahun terus berjalan, tetapi sesuatu yang dia senangi belum pernah dilakukan. Terlepas dari berbagai pertimbangan yang ada pada tiap orang, ada baiknya kita sadari bahwa waktu kita tidak banyak, sangat disesalkan jika kita masih melakukan hal-hal yang jauh dari inner passion kita.

Saya teringat dengan salah satu tagline dari sebuah iklan berbunyi "Every second counts..", bahwa memang benar setiap detik dalam hidup Anda berarti. Jangan habiskan waktu Anda untuk sesuatu yang tidak Anda senangi. Jadi lakukan sesuatu yang Anda cintai dengan sebaik mungkin selama masih ada kesempatan.

Monday, December 18, 2006

Choose Your Way To Success

Seorang pria menawarkan MLM terbaru kepada salah satu rekannya, akan tetapi rekannya merasa belum cocok dan menolak secara halus penawaran tersebut. Lalu dalam hati sang pria itu berkata, "mau dibantu untuk sukses, kok ngga mau", sampai kapan-pun orang seperti itu sulit untuk maju"Pernah mengalami hal demikian ?

Seorang wanita menjelaskan pentingnya perencanaan keuangan untuk masa depan kepada teman-teman arisannya dalam bentuk asuransi. Beberapa ada yang tertarik, tetapi ada pula yang kurang tertarik. Sang wanita langsung berpikir agak sinis kepada teman arisanya yang belum tertarik kepada penawaran dia.Pernah mengalami hal demikian ?

Seorang anak yang beruntung mendapat warisan orang tua, dan memutuskan untuk meneruskan usaha keluarganya. Kemudian dia berkata kepada teman-temannya yang notabene tidak seberuntung dia "Lebih enak usaha sendiri seperti saya, punya waktu yang bebas. Buat apa Anda bekerja untuk perusahaan?, Anda seperti diperas tenaganya" Pernah mengalami hal demikian ?

Anda tentu pernah mendengar kutipan yang mengatakan "Ada banyak jalan menuju Roma". Sama halnya dalam hidup ini ada banyak cara menuju tangga kesuksesan.Ada yang bisa berhasil dari usaha sendiri, kerja keras di MLM, asuransi, sales, karir sebagai seorang profesional, atau bahkan berhasil di dunia entertainment.
Setiap orang memiliki pilihannya masing-masing. Kalau ada yang merasa cocok di bidangnya tentunya dia dapat maksimal, tapi kalau sudah tidak cocok dan tidak suka akan menjadi kendala untuk orang tersebut. Cintai apa yang Anda kerjakan.

Beruntunglah bagi mereka yang tinggal melanjutkan dan meneruskan sebuah bisnis keluarga yang sudah lama dirintis dan diwariskan kepada anaknya. Tinggal ujiannya adalah bagaimana sang anak dapat mengelola lebih baik dari orang tuanya. Tapi patut diacungi jempol pula bagi mereka yang mulai dari nol dan tidak memiliki apa-apa, sampai-sampai mereka harus bekerja dari jam 9 -5 sore. Tentunya tantangan dan ujiannya pun cukup besar.
Ada yang berhasil di karir sebagai profesional mulai dari level staf, Ada pula yang berhasil menjadi seorang sales setelah mengalami banyak penolakan.

Anda tidak pernah bisa memaksakan seseorang untuk mengikuti jejak langkah Anda.Anda tidak pernah bisa memaksakan kehendak Anda agar orang lain mau mendengarkan Anda.Anda tidak pernah bisa memaksakan produk Anda ke semua orang agar mau memakainya.

Kalau ada yang menolak Anda, bukan berarti dia akan gagal, bukan berarti dia berpikiran sempit, bukan berarti dia tidak ada keinginan untuk maju. Mari lihat dari kacamata yang positif. Mungkin dia memiliki jalannya sendiri untuk sukses. Mungkin dia sudah menentukan langkah apa yang akan diambil untuk masa depannya.

Jika Anda seorang pemilik usaha bukan berarti mereka yang bekerja sebagai profesional lebih buruk dari Anda. Jika Anda seorang agen MLM, bukan berarti mereka yang tidak bergabung dalam komunitas MLM Anda adalah orang gagal. Jika Anda seorang agen asuransi, bukan berarti mereka yang belum bergabung tidak memiliki visi mengenai perencanaan keuangannya di masa mendatang. Begitupula sebaliknya.

Mari selalu berpikir yang positif kepada orang lain. Apapun profesi yang dijalani, Apapun langkah yang diambil, Apapun keputusan yang diambil, adalah upaya untuk mencapai hidup yang lebih baik.

See You at the Top


Wednesday, November 29, 2006

Self-Reflection

Situasi tenang sambil diiringi musik instrumen atau suara burung berkicau adalah momen yang paling tepat untuk melakukan perenungan, meditasi, ataupun hanya sekedar untuk menurunkan gelombang pikiran seseorang yang mungkin sedang stress.

Ditengah kesibukan orang kota, rasanya hampir tidak punya waktu untuk melakukan hal tersebut diatas. Saya mengamati dan mendengar sendiri dari beberapa rekan yang mulai beraktivitas kerja mulai 8 pagi hingga larut malam sekitar pukul 10 malam atau bahkan lebih larut lagi. Jadi banyak orang berpikir bahwa tidak ada waktu untuk melakukan perenungan atau refleksi diri.

24 jam tidak cukup ?
Apakah kita benar-benar sibuk ?
Atau malah ada masalah dengan pengaturan waktu kita ?

Kalau Anda perhatikan para rohaniwan dari Agama manapun, umumnya mereka memiliki saat-saat teduh dimana waktu untuk tenang, refleksi diri, dan berdoa rutin dilakukan. Lalu apa reaksi dalam kehidupan sehari-hari mereka ?. Anda bisa perhatikan sendiri pembawaan diri, dan cara mereka menanggapi masalah tertentu.

Mungkin sebagian orang akan bertanya, Mengapa kita perlu melakukan perenungan atau refleksi ke dalam diri masing-masing ?Hal ini menjadi sangat penting karena setiap orang diajak untuk mau melihat ke dalam dirinya masing-masing apa yang sudah diperbuat dan apa yang belum, sudah benarkah tindakan yang dilakukan, apakah diri kita yang selalu benar ?

Atasan memarahi bawahannya karena tidak pernah benar menjalankan instruksi. Tapi apakah atasan ini pernah memberikan pengarahan yang baik ?, apakah ini sudah menjadi perenungan untuk si atasan ?
Orang tua memarahi anak yang selalu huru hara, tapi apakah orang tua sudah memberikan perhatian yang baik untuk keluarga khususnya untuk anak-anaknya ?

Manusia memiliki ego-nya masing-masing. Sangatlah manusiawi memang. Tapi ketika ego sudah mulai mengontrol hidup seseorang, disinilah umumnya sebagai pemicu ketidakharmonisan hubungan baik itu di lingkup kerja, keluarga, hubungan teman.

Maka mengapa refleksi ke dalam diri menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan, adalah agar kita mau mengkoreksi diri kita sendiri. Terkadang manusia paling mudah mengkoreksi orang lain, tapi saat orang lain ingin mengkoreksi diri kita tingkat penolakan umumnya jauh lebih besar. Oleh karena itu ketika Anda tidak mampu dan tidak mau menerima koreksi dari luar, Anda harus koreksi sendiri apa yang sudah Anda lakukan untuk orang lain.

Cari waktu dan tempat yang terbaik bagi Anda untuk melakukan refleksi diri mulai saat ini.