Sunday, February 06, 2011

Lessons Learned from Shaolin (Movie)

Setelah sekian lama tidak menyaksikan kemampuan akting seorang Andy Lau, saya dibuat kagum kembali lewat film terbaru beliau yang berjudul 'Shaolin'. Film yang mengisahkan seorang Jendral (diperankan oleh Andy Lau) yang arogan dan kejam, akhirnya dikhianati oleh orang terdekatnya sendiri (diperankan oleh Nicholas Tse). Kekuasaan sang Jendral diambil alih. Semua keluarga sang Jendral terancam dibunuh, dan pada akhirnya anak perempuan satu-satunya sang Jendral meninggal dunia. Singkat cerita, Sang Jendral menyadari kesalahan masa lalunya, dan ia memulihkan diri di kuil Shaolin dan banyak mempelajari kebajikan dan makna kehidupan yang sebenarnya.

Tentunya saya tidak ingin mengupas terlalu detail film Shaolin ini dalam tulisan saya :), tapi pada kesempatan ini, ijinkan saya ingin berbagi beberapa pelajaran menarik yang saya dapatkan lewat film ini

1. Memaafkan bukan Balas Dendam
Bukan perkara yang mudah untuk memaafkan seseorang yang telah melukai Anda dan keluarga. Tapi hal yang sulit dilakukan bukan berarti tidak bisa. Menyimpan luka, menyimpan kebencian dalam diri, layaknya kita menyimpan racun dalam tubuh yang justru akan menyengsarakan diri kita. Sebuah harmoni tercipta manakala salah satu pihak mau membuka mata hati untuk memaafkan. Memaafkan bukan berarti Anda kalah, melainkan menciptakan sebuah perdamaian. Perselisihan yang berkepanjangan, perang yang tiada henti bukanlah solusi. Kita diajari tentang kebaikan bukan kekerasan. Berdamai dengan diri sendiri dan orang lain akan membuat hidup kita jauh lebih tenang. Memang kita adalah manusia biasa yang memiliki kekurangannya masing-masing, tapi lewat kekurangan itu kita mau berubah, mau mencoba untuk hidup lebih baik. Mari bersama-sama kita wujudkan dalam hidup kita

2. Apa yang Kita cari dalam hidup ini?
Kekuasaan, pangkat, tahta, harta, terkadang bisa menyilaukan kita sampai-sampai kita berbuat sesuatu di luar akal sehat, menjadi kejam, sombong, merendahkan orang lain, dan lain sebagainya. Akan tetapi semua kekuasaan itu hanyalah bersifat sementara. Suatu ketika hal tersebut bisa hilang dari kita. Itu semua hanyalah titipan. Apa sih sebenarnya yang kita cari dalam hidup ini?, Kekuasaan dan harta sematakah?.
Pada akhirnya kita dinilai bukan dari berapa banyak harta dan pangkat yang kita miliki, melainkan berapa banyak kebaikan dan kebenaran yang telah kita bagi banyak orang. Semoga hal ini menjadi renungan kita bersama termasuk saya agar lebih memaknai hidup ini dengan lebih positif.

Apapun peran kita di masyarakat, jadilah sumber kebaikan. Jika Anda seorang pemimpin, kepala rumah tangga, atau siapapun yang memiliki pengaruh di lingkungan sekitar, sebarkanlah ajaran yang baik. Taburlah lebih banyak benih kebenaran, perdamaian dan kebaikan, bukan benih kesombongan, kekerasan, dan kejahatan. Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari sekarang. Semoga kehadiran kita sebagai individu di dunia ini memberi makna yang positif untuk banyak orang.
God bless!

ps: Trailer + OST Shaolin dapat dilihat di entri sebelumnya


Muk Kuang (mukkuang@gmail.com)
Book Author ‘Amazing Life – Think & Act like A Winner’
Twitter : @mukkuang

OST Shaolin - Andy Lau

Friday, December 31, 2010

2011 : Year of Hope and Victory


Ada sebuah pepatah yang mengatakan “Bukan berapa banyak tahun yang Anda lewati, melainkan apa yang Anda isi di tahun-tahun tersebut, itulah yang terpenting”. Mengawali tahun 2011 yang tentunya kita berharap menjadi tahun penuh pengharapan dan kemenangan, maka saatnya bagi kita semua untuk melakukan refleksi diri terhadap apa saja yang sudah dan belum kita lakukan di tahun sebelumnya. Entah Anda catat atau tidak, tapi saya percaya selama 365 hari menjalani aktivitas Anda di tahun 2010, banyak peristiwa yang telah terjadi, baik itu suka, duka, keberhasilan ,kekecewaan, tekanan, tantangan, maupun kesulitan hidup yang mungkin Anda alami. Itulah sebagian dari warna kehidupan kita. Yang terpenting adalah bagaimana kita sebagai seorang pribadi yang merespon setiap kejadian dalam hidup dengan bijak dan positif.


Lewat tulisan ini, saya secara pribadi ingin mengajak kita semua untuk mulai mengisi kehidupan di 2011 dengan tindakan yang bernilai positif untuk diri sendiri maupun orang lain. Kita mungkin memiliki sekelumit persoalan hidup yang belum selesai, tapi kita boleh memilih untuk menyeret-nyeret masalah itu menjadi beban kita di tahun 2011, atau kita justru menghadapinya dengan penuh pengharapan positif. Kita mungkin menanti-nanti suatu kabar baik yang sampai sekarang belum juga sampai di telinga kita, tapi kita boleh memilih untuk sedih atau justru memilih hidup dengan keyakinan bahwa kabar baik itu pasti datang. Euforia Piala AFF 2010 begitu luar biasa, kita memang belum mendapatkan piala itu tahun ini, kita boleh memilih untuk larut dalam kekecewaan atau justru bangkit dan menghidupkan kembali mental juara dalam diri kita dan menatap kompetisi depan dengan penuh pengharapan dan optimisme kemenangan. Bagaimana kita memilih untuk mengisi hidup kita di tahun 2011, itulah yang terpenting.


Ada beberapa tipe pribadi yang menjalani dan mengisi awal tahun barunya :

Pertama, mereka yang kerap mengeluh, pesimis, dan khawatir menyambut tahun yang baru. Ramalan terhadap dirinya dan situasi di tahun 2010 memberikan ketakutan sendiri bagi mereka untuk menjalani kehidupan di tahun 2011. Alhasil resolusi dan target yang mau dicapaipun tidak ditentukan. Mereka mengisi hidupnya dengan kekhawatiran dan ketakutan.

Kedua, mereka yang hidup dengan pola lama dan menginginkan hasil yang baru. Resolusi dibuat, target 2011 sudah ditentukan, akan tetapi mentalitas lama masih dipelihara. Keraguan, Malas, kebiasaan menunda, belum berani, mudah menyerah, kurang berkomitmen dengan resolusi dan targetnya. Alhasil pencapaiannya tidaklah jauh berbeda dengan hasil-hasil sebelumnya, karena masih mempertahankan pola-pola lama.

Ketiga, mereka yang mengisi tahunnya dengan penuh pengharapan dan menjalaninya dengan mentalitas seorang pemenang. Komit terhadap target, konsisten menjalani tindakan, kerikil kegagalan ditengah jalan tidak membuat mereka berhenti dan menyerah, displin, dan hidup dengan harapan positif bahwa hal baik akan dicapainya.


Berharap tanpa sebuah tindakan adalah sia-sia, tapi jika kita tidak pernah berharap akan hal yang baik maka dorongan untuk mengambil tindakan juga tidak akan kuat. Mari bersama, awalilah tahun 2011 dengan sebuah harapan, dan isilah setiap harinya di tahun 2011 dengan pola pikir dan sikap seorang pemenang. Buatlah sebuah rencana untuk menang, bukan rencana untuk kalah! Catat dan monitor setiap keberhasilan Anda di tahun 2011. Semoga di akhir 2011, kita mendapatkan laporan yang menggembirakan lewat apa yang sudah kita lakukan sepanjang 2011.Happy New Year! God bless



Muk Kuang
Book Author “Think & Act like A Winner, Amazing Life”
mukkuang@gmail.com
Twitter: @mukkuang
FB: muk kuang