Sunday, May 02, 2010

Berbagi Kasih

Seorang pilot dari sebuah maskapai penerbangan ternama membuat mata dunia terkagum-kagum dengan aktivitasnya yang peduli dan mau berbagi kasih kepada sesama. Bersama dengan istrinya Peggy, dan juga dukungan dari anak-anaknya ia mendirikan sebuah panti asuhan di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Bentuk tindakan yang mulia inilah yang membuat CNN sebuah kantor berita internasional dari Amerika menobatkan beliau sebagai salah satu CNN Heroes.
Berawal saat sedang makan malam sambil menonton televisi, hati Budi Soehardi tergerak menyaksikan para pengungsi Timor Timur yang hanya tinggal di kardus, anak-anak yang hanya mengenakan kain untuk pakaian, dan untuk makanpun para pengungsi sangat sulit. Kondisi ini membuat ia sedih dan merasa haru. Dan pada rencana liburannya, ia mencoba untuk melakukan liburan dengan cara yang berbeda, yakni mengunjungi mereka. Ia melakukan koordinasi dengan rekan-rekannya untuk mengumpulkan sumbangan bagi para pengungsi. Dari situlah awal mula beliau dan istri mencoba mendirikan sebuah panti asuhan Roslin bagi anak-anak pengungsian

Pembaca yang budiman, ada beberapa pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari kisah mulia seorang Budi Soehardi:

1. Hidup untuk Orang lain
Kita hadir di dunia ini, tidak sekedar memenuhi keinginan dan cita-cita sendiri. Hidup ini akan menjadi lebih indah, ketika kita juga ikut memberikan nilai yang positif untuk orang lain. Sekecil apapun tindakan kita, selama itu memberi manfaat untuk orang banyak, jangan ragu untuk melakukannya. Bukan besar atau kecilnya tindakan kita yang dinilai, melainkan kebesaran hati kita untuk melakukannya dengan tulus demi kepentingan orang lain

2. Berbagi Kasih
Kita terlalu sering mendengar berita mengenai kekerasan, berita mengenai arogansi segelintir pihak sehingga mengorbankan orang lain, dan berita yang membuat hati dan dunia menjadi kurang damai. Pengalaman hidup Budi Soehardi dapat menjadi sebuah ajakan bagi kita semua untuk mulai berbagi kasih kepada orang terdekat dan memberikan warna yang harmonis kepada dunia ini. Tidak perlu melihat yang jauh-jauh lebih dahulu, mulailah dari yang terdekat, yakni berbagi kasih kepada orang tua, sanak saudara, anak-anak, rekan-rekan, tim kerja. Terkadang kita lupa memberikan kasih kepada orang terdekat, dan kita cenderung melihat orang yang diluar.

3. Hidup dengan Rendah Hati
Kerendahan hati seorang Budi Soehardi yang bersedia membantu anak pengungsian patut dijadikan teladan. Melihat karirnya yang cemerlang dan hidupnya yang sudah lebih dari cukup, tidak membuat beliau menjadi sombong. Sebuah cara hidup yang dapat menjadi renungan kita bersama. Apa yang kita miliki dan melekat pada kita saat ini adalah sebuah berkat dari Tuhan, dan jauhkanlah diri kita dari sikap kesombongan.

Lewat kisah inspiratif dari seorang Budi Soehardi, mari kita semua memberikan kontribusi yang positif terhadap sesama lewat tindakan kita sehari-hari. Tidak selalu harus materi, tapi perbuatan kasih yang mendorong, menyemangati orang lain juga dapat kita lakukan. Lakukanlah dengan apa yang Anda miliki dengan segenap hati dan dengan tulus ikhlas melakukannya. Saya terdorong untuk terus berbagi inspirasi positif lewat aktivitas saya menulis artikel, buku, dan kegiatan pelatihan bagi orang lain. Mari jadikan dunia ini penuh kasih, damai dan semangat yang positif. Jika seorang Budi Soehardi BISA melakukannya, Anda pun BISA! Lakukan bagian Anda mulai detik ini

Salam Amazing,

(Join the Amazing Life Page : http://www.facebook.com/amazinglife )

(Artikel ini diikutsertakan dalam Word Share Contest : http://www.facebook.com/home.php?#!/note.php?note_id=381816722637 )

Friday, March 19, 2010

Never GIVE UP


Nama Pepeng mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, beliau dikenal oleh khalayak publik lewat sebuah program kuis jari-jari beberapa tahun yang lalu di sebuah televisi swasta. Sebenarnya sudah beberapa kali saya melihat Pepeng di layar kaca, akan tetapi malam ini secara tidak sengaja, saya melihat beliau di salah satu tv swasta nasional dengan membagikan sedikit pengalaman dia terutama dalam melawan penyakitnya yang langka, dan saya tergerak untuk menulis mengenai semangat juang beliau dalam menjalani hidupnya.

Sekedar informasi, Pepeng terkena penyakit langka yang bernama Multiple Sclerosis(MS), sebuah penyakit yang menyerang system saraf pusat yang akhirnya menyebabkan beliau mengalami kelumpuhan. Beliau banyak menghabiskan waktunya berbaring di tempat tidur. Akan tetapi ada hal yang luar biasa, beliau bukan mengeluh dan bermalas-malasan di tempat tidur, melainkan beliau kerap menulis dengan menggunakan laptop, dan membaca buku untuk mengisi kehidupannya menjadi lebih berarti. Apa yang menimpa dirinya tidak membuat beliau berhenti dan meratapi hidupnya, melainkan membuat seorang Pepeng terus berkarya.
Dalam durasi singkat yang saya tonton di televisi, saya ingin berbagi kepada rekan-rekan inspirasi positif yang saya dapatkan

1. Fighting Spirit and Never Give Up (Semangat Juang dan Jangan pernah Menyerah)
Apapun yang menimpa hidup kita saat ini, tidak semestinya membuat kita menjadi lemah, takut, dan menyerah. Sosok Pepeng membuktikan ini semua. Meskipun hadir di sebuah studio dengan berbaring di tempat tidur, saya bisa melihat raut wajahnya yang begitu semangat bercerita, berbagi inspirasi, dan bercanda ria dengan sesama rekannya. Jangan meratapi hidup ini sebagai sesuatu yang sulit, kejam, tidak adil, melainkan lihatlah hidup ini sebagai sebuah perjuangan, sebuah berkat, sebuah proses untuk pendewasaan, sebuah tantangan yang harus dihadapi dan memberi pengaruh positif untuk orang lain. Bagi Anda yang membaca tulisan ini, saya tidak tahu apa yang sedang Anda alami, mungkin pengalaman buruk, mungkin juga sesuatu yang lebih pahit, tapi ijinkan saya mengatakan kepada Anda untuk mau bangkit dan tidak berlarut-larut sedih dan berkeluh kesah. Semangat dalam diri kita harus lebih besar dari segala cobaan yang kita hadapi. Kita diciptakan untuk menjadi pemenang. Mari beri nilai untuk kehidupan kita menjadi lebih berarti dan juga untuk orang lain.

2. Self-Acceptance (Mau menerima diri kita apa adanya)
Banyak orang masih belum bisa menerima apa yang terjadi pada dirinya, mengeluh kepada orang lain, terkadang protes kepada Tuhan atas apa yang menimpa diri kita. Tapi hal ini tidak dilakukan oleh Pepeng. Dia mau menerima apa yang terjadi pada dirinya, dan dengan positif meresponnya. Dia tidak mau melihat ini sebagai sebuah hambatan, melainkan melihat ini sebagai sebuah tantangan. Dalam buku terbaru saya ‘Amazing Life’, saya sempat menulis satu bagian mengenai self-acceptance. Sebuah kutipan yang saya ambil dari buku tersebut yakni ‘Jangan hanya melihat apa yang terjadi pada diri Anda, melainkan lihat ke dalam potensi diri Anda yang luar biasa yang bisa menaklukkan apa yang terjadi’. Jangan mengeluh, jangan menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Sang Pencipta atas apa yang terjadi. Jangan biarkan apa yang terjadi pada hidup Anda saat ini, entah itu sakit penyakit, masalah, tekanan yang mengontrol hidup Anda. Anda yang harus mengambil alih dan miliki control penuh atas hidup Anda. Arahkan pikiran dan tindakan kita ke arah yang positif

Sahabat yang setia, semoga kisah singkat sosok Pepeng membuka pikiran dan menggerakkan hati kita untuk lebih bijak dan positif dalam melihat hidup ini. Kita yang masih segar bugar, yang masih aktif dalam beraktivitas seharian, terkadang kerap menjadi orang yang lemah, orang yang selalu protes atas apa yang terjadi dan tak jarang lupa mensyukuri hidup ini. Atau mungkin secara tidak sadar kita pernah berucap ‘hidupku tak lagi berguna’, ‘hidupku sulit’. Mari bersama-sama kita mulai melakukan introspeksi dan mengarahkan layar kehidupan kita menuju arah yang positif. Mulai dari mana?, mulai dari dalam diri, mulai dari pikiran dan tindakan kita sehari-hari. Saya percaya Anda berhak untuk sebuah hidup yang mengagumkan, sebuah hidup yang luar biasa. You deserve an Amazing Life. Never Give Up!

Salam Amazing,


Sunday, February 14, 2010

Year of the Tiger: It's gonna be Amazing


Happy Chinese New Year, Gong Xi Fa Chai bagi para pembaca yang merayakannya.

Tak terasa kita sudah memasuki Tahun Macan. Tahun yang banyak diharapkan bagi sebagian orang menjadi tahun yang penuh keberhasilan, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Tapi harapan itu semua tidak akan pernah terwujud jika tidak dimulai dari dalam diri. Mungkin sebagian orang mulai berpikir "wah saya diramal tahun ini kurang hoki, saya dibilang bahwa tahun ini bisnis/karir saya kurang lancar, saya tidak boleh berbuat banyak tahun ini karena momennya kurang bagus".

Pandangan-pandangan ini terkadang membuat sebagian orang menjadi takut untuk melangkah atau bahkan menjadi khawatir menjalani sepanjang tahun macan. Ini adalah keputusan. Seseorang boleh saja percaya dan mematuhi apa yang diramalkan pada dirinya, dan seseorang boleh juga ingin membuktikan bahwa persepsi itu salah. Tergantung pilihan apa yang ingin Anda ambil. Kuncinya adalah pada diri kita masing-masing. Ciptakan faktor hoki atau keberhasilan dimulai dari dalam diri. Pola pikir, Tindakan, Perilaku, Sikap mental, kebiasaan positif menjadi elemen penting untuk pencapaian kita di tahun ini.

Saya teringat sebuah pesan yang sangat luar biasa mengatakan "In this life we don't get what we need, we get what we deserve". Dalam hidup ini kita tidak dapat apa yang kita butuhkan, kita dapat apa yang kita layak dapat. Mungkin kita menginginkan kesuksesan, membutuhkan kesejahteraan hidup, tapi apakah pola pikir dan tindakan kita sudah layak mendapatkannya. Jika selalu berdiam diri, takut, menganggap diri tidak mampu dan tidak mengambil action, jika selalu mengeluh dan menyalahkan orang lain atas hidupnya, apakah keinginan dan kebutuhan kita dapat terwujud ?

Pembaca yang setia, jangan lagi hidup di masa lalu yang suram, hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang kurang efektif. Apapun yang pernah terjadi dalam hidup Anda, ingat selalu ada kesempatan dan harapan untuk menjadi lebih baik. Saatnya membuat terobosan besar dalam tahun ini.Tak peduli tahun apa yang kita jalani, saya yakin kita semua berhak untuk hidup yang luar biasa.
You deserve an Amazing Life, my friend.