Friday, November 07, 2008

Yes We Can


Gema 'Yes We Can' terus dikumandangan para pendukung Obama setelah diumumkannya kemenangan Barrack Obama dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Pendukungnya begitu optimis dengan sosok Obama, begitupun dengan Obama yang selama masa kampanyenya mengajak warga Amerika untuk melakukan perubahan (dengan taglinenya Change We Can Believe In), dan disela-sela akhir pidato kemenangannya beliau juga mengatakan "Yes We Can". Momentum ini begitu luar biasa, meskipun Amerika dilanda krisis, akan tetapi semangat dan keyakinan untuk keluar dari krisis begitu besar. Optimisme yang dibentuk dari sejak awal diharapkan mampu menggerakkan orang lain untuk memberikan kontribusi positif bagi negaranya.

Banyak hal yang bisa kita pelajari dari proses pemilihan presiden Amerika Serikat ini. Salah satunya yang ingin saya bagi dalam tulisan ini adalah ajakan untuk melakukan perubahan yang positif dan selalu memandang sesuatu dari hal yang positif sehingga mampu membangun optimisme dalam menjalani perjalanan hidup ini. Ketika badai sedang menerpa hidup seseorang, ketika sekelumit masalah menghampiri hidup seseorang, disitulah kualitas mental seseorang diuji, apakah ia mampu mengatakan Yes, I Can atau justru menyerah dan mengeluh mengenai kondisi yang ada.Mental seorang juara adalah mengupayakan yang terbaik yang bisa dilakukan ditengah kesulitan yang dihadapi dan tidak memilih untuk mundur.

Anda mungkin salah satu dari sebagian orang yang mengalami dampak krisis global, Anda mungkin baru saja kehilangan pekerjaan, Anda mungkin baru mengalami tekanan yang luar biasa dari rekan maupun atasan, Anda mungkin mengalami keterpurukan dalam bisnis, pertanyaannya apa pilihan yang akan Anda ambil berikutnya?, Menyerah atau justru meyakinkan diri Anda untuk mau maju dan percaya bahwa potensi yang Anda miliki pasti bisa mengatasi masalah yang ada.

Satu kalimat yang selalu saya ingat adalah "Tuhan tidak akan memberi cobaan yang tidak bisa Anda tangani, Ia tahu bahwa Anda bisa". Berangkat dari kalimat indah 'Yes We Can', mari kita kembalikan optimisme dalam diri untuk melakukan perubahan yang positif, tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga bagi bangsa ini.

Bukan saat yang tepat untuk saling menyalahkan, menuding, mengeluh, mengutuk, tapi ini saatnya untuk berubah dan membangun fondasi yang kuat dengan sebuah optimisme. Jangan menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bernilai, Jangan menggali lubang lebih dalam lagi, Jangan terlalu nyaman dengan kondisi yang biasa-biasa saja. Meskipun orang lain mengatakan Anda tidak mampu, Anda tidak akan pernah berhasil, Anda pasti gagal, tapi jangan biarkan kalimat tersebut menghantui Anda. Saatnya bagi Anda untuk membuktikan kualitas diri Anda. Anda lebih dari apa yang orang lain pikir. Anda tidak dilahirkan untuk menjadi pecundang, Anda tidak dilahirkan untuk menjadi pribadi yang biasa-biasa saja. Ada potensi yang luar biasa dalam diri Anda untuk Anda kobarkan menjadi nyala api.

Mari bersama-sama kita lakukan terobosan dan perubahan serta meyakinkan diri kita masing-masing bahwa kita mampu. Ingat merasa mampu saja tidak cukup, Anda juga harus mau berubah.

".....where we are met with cynicism and doubts and those who tell us that we can't, we will respond with that timeless creed that sums up the spirit of a people: Yes, we can"
(Barrack Obama)

Salam Pemenang,

Muk Kuang
Trainer, Speaker
Author "Think and Act like A Winner"
mukkuang@gmail.com

Monday, September 29, 2008

Small with BIG Power


Diakhir September 2008, nampaknya fokus para pecinta mobil balap F1 di dunia tertuju kepada perhelatan akbar balap F1 di Singapura. Pada awalnya sebagian orang bertanya-tanya, apakah Singapura memiliki sirkuit balap, apakah mungkin sebuah negara kecil seperti Singapura mengadakan event olahraga balap F1? Tapi luar biasanya, Singapura berani mengambil tantangan ini, Singapura seolah-olah ingin menjawab keraguan sebagian orang dengan membuktikan bahwa negara kecil seperti Singapura-pun mampu memukau mata dunia.

Dan hasilnya memang boleh diacungkan jempol, meskipun tidak memiliki sirkuit balap, tetapi dengan sebuah kreativitas dan kerja keras, Singapura mampu menyulap jalan raya di pusat kota Singapura menjadi arena balap F1. Tak terbayangkan sekalipun bahwa perlombaan balap dilakukan di jalan raya, dan dilangsungkan pada malam hari pula. Singapura memang kecil, tapi ide dan usaha mereka memang sangatlah besar. Maka tak heran memang jika Singapura mampu menyedot perhatian dunia dengan keberanian mereka menjadi tuan rumah perlombaan balap F1, dan mereka telah membuktikannya bahwa mereka bisa.

Ada hal yang bisa kita pelajari dari event ini. Meskipun Anda kecil, bukan berarti Anda tidak bisa melakukan apa-apa. Manusia terkadang fokus kepada apa yang tidak bisa ia lakukan, dan lupa terhadap apa yang bisa ia lakukan. Jangan selalu merasa kecil. Jangan selalu merasa tak mampu. Jangan pernah meremehkan diri Anda sendiri. Anda dikaruniai dengan sebuah talenta, sebuah kemampuan yang diharapkan Anda mau menggali dan memberdayakan kekuatan dalam diri Anda.

Dalam situasi-situasi sulit, tidak sedikit orang mulai merasa kehilangan kepercayaan dirinya, tidak lagi memiliki keberanian untuk mengambil keputusan besar dalam hidupnya, takut mengalami kegagalan, sehingga terkadang orang berpikir bahwa dirinya kecil, susah untuk maju, dan afirmasi negatif lainnya ditujukan kepada diri sendiri. You are what you think.
Singapura meskipun wilayah negaranya kecil, tapi mereka punya pemikiran yang besar. Singapura mempunyai impian yang besar. Orang boleh saja meragukan Singapura menjadi tuan rumah ajang balap F1, tapi keyakinan diri dari Singapura membuat negara ini menunjukkan eksistensinya kepada dunia bahwa mereka BISA!

Bagaimana dengan Anda?

Bagaimana dengan Indonesia?

Sudah siapkah kita semua menunjukkan dunia siapa kita dari aspek yang positif?

Life is about making decision. Singapura memutuskan untuk berpikir besar, kreatif, dan melakukan sebuah terobosan. Apakah Anda sudah benar-benar memutuskan untuk keluar dari pemikiran yang negatif, pemikiran yang selalu menganggap sesuatu tidak mungkin dijalankan, pemikiran yang selalu skeptis terhadap situasi dan orang lain. It's your choice my friend.

We were born to manifest the glory that is within us (Marianne Willamson)

Tuesday, September 09, 2008

Past Event: Facing The Giant Seminar

For your info, just wanna share my previous public seminar at Balai Sarbini Jakarta
Seminar Theme : Facing The Giant
Featuring 4 Speakers :
- Muk Kuang (Winning Mindset)
- Timotius Adi Tan (Power of Belief)
- dr.Subowo (Winning Spirit)
- Darmadi Darmawangsa (Emerging the Leaders)
First session : Winning Mind-Set


During break session with other Speakers (P.Darmadi Darmawangsa. & P.Timotius Adi Tan) and Participant

Quite surprised with the enthusiasm from the audience
(Bahkan ada yang dari Papua, datang ke Jakarta untuk mengikuti seminat ini, what a great learning spirit!)